#eskylmenoi #errimmenoi

Belum ada komentar 24 Views

Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. (Mat. 9:36)

Dua tagar yang saya pakai—#eskylmenoi #errimmenoi—merupakan kata Yunani untuk menggambarkan keadaan terabaikan yang dialami oleh orang banyak yang dijumpai Yesus hari itu. Matius 9:36 mencatatnya dengan cukup detil. Orang banyak itu lelah (eskylmenoi) dan terlantar (errimmenoi). Dalam bahasa Jawa yang diadopsi ke dalam bahasa Indonesia, keduanya bisa diungkapkan dengan satu kata: keleleran! Tidak terurus, tidak diperhatikan, tidak dirawat. Itulah kondisi umat yang tidak digembalakan oleh para pemimpin agama. Dan ketika menulis ini, saya merasa bergetar memikirkan, jangan-jangan saya sudah menjadi gembala yang tidak sungguh memperhatikan para domba milik Kristus. Apalagi di masa pandemi ini, betapa pentingnya merawat kesehatan mental dan spiritual umat Allah.

Akan tetapi, tanpa ingin mengalihkan tanggungjawab para gembala gerejawi, saya ingin menegaskan pula satu hal yang mahapenting. Kita semua adalah domba dari satu Gembala Agung, yang sungguh merawat kita, yaitu Yesus Kristus. Ayat 36 ini menunjukkan kualitas mahaindah dari penggembalaan Kristus atas kita. Ia selalu memandang domba-domba-Nya dengan hati yang tergerak oleh belas kasihan. Kata “belas kasihan” (splánchnon) adalah salah satu kata kunci dalam injil-injil yang menunjukkan belarasa Allah pada ciptaan yang dikasihi-Nya. Belarasa inilah yang mewujud dalam kehadiran Sang Anak sebagai manusia seutuhnya, yang bahkan rela mati bagi kita.

Mungkin orang-orang yang seharusnya memperhatikan Anda tidak memberikan perhatian yang memadai. Mungkin orang-orang penting dalam hidup Anda melupakan hari ulang tahun Anda. Mungkin kekasih Anda tidak cukup memberi minat pada wellbeing Anda. Tapi, izinkan saya mengatakan ini. Kristus selalu memandang Anda dengan belas kasihan-Nya. Ia selalu memperhatikan kita semua dan masing-masing. Anda tidak akan keleleran!

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Jangan Lelah menabur
    Panggilan orang percaya adalah menjadi penabur. Maka tidak mengherankan kata penabur menjadi kata yang sering dipakai dalam pembicaraan, tema...
  • #PekaTerhadapKaryaAllah
    Ada paham yang mengatakan bahwa karya Allah terbagi dalam periode waktu. Dahulu Bapa mencipta, lalu kemudian berhenti dan digantikan...
  • #hidupdalamkasihkarunia
    “… tetapi di bawah kasih karunia.” (Roma 6:14-15) Dua kali Paulus, di dalam bacaan kita Minggu ini, menegaskan bahwa...
  • #MenjadikanTuhanYangUtamaDalamHidup
    Selamat ulangtahun jemaat GKI Pondok Indah! Telah 36 tahun Allah merahmati kita dengan kesempatan untuk mengambil bagian ke dalam...
  • #menjadimuridKristus
    Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. (Matius 28:17) Paul Tillich, seorang teolog sohor, pernah berujar, “Doubt...
Kegiatan