#EngkauPerlindunganku #KekuatanAllahDalamku #YaTuhankuDanAllahku

Belum ada komentar 80 Views

Dua kata yang berkesan bagi saya: pintu terkunci dan damai sejahtera.

Kini pintu-pintu rumah kita juga terkunci. Kita mengalami sendiri bagaimana rasa kuatir terhadap datangnya penyakit covid merusak harmonis rumah atau keluarga kita. Itu sebabnya ada orang yang meletakkan donasi sembakonya di sebelah tempat sampahnya supaya tidak bersentuhan langsung dengan tukang sampah yang dia ingin bantu. Atau ada orang yang langsung buang semua plastik dari tukang sayur setelah belanja makanan mentah sehari-harinya. Bahkan banyak orang yang menggunakan apd lengkap saat keluar rumah demi menjadi lebih aman dari serangan virus corona. Sudah biasa di masa ini kita melihat orang sliweran di supermarket sambil menggunakan sarung tangan plastik dan masker. Semua orang “menutup pintu” tubuhnya seraya mengundang damai sejahtera tinggal dalam hatinya.

Nyatanya, memang seperti itu. Bahkan murid-murid Yesus yang tidak tahu bahwa Yesus bangkitpun, mengunci pintu dari orang yang mencari-cari pengikut Yesus, agar mereka mengalami damai sejahtera.

Namun demikian apa yang kita pelajari dari kisah ini? Damai hanya diperoleh dari Yesus yang hadir dengan kuasa kebangkitan-Nya. Dia datang! Dia benar-benar datang tanpa diundang. Dia datang dan segera setelah murid-murid menyadari hadir-Nya, bahkan Tomas menemukan bukti hadir-Nya, ketakjuban terucap. “Ya Tuhanku dan Allahku!” (Ayat 28).

Saudara, saya juga senantiasa menantikan rasa takjub pada Tuhan Yesus yang bangkit. Yesus berkata, berbahagialah orang yang tidak melihat Yesus namun percaya. Itu bukan sindirian untuk Tomas tetapi itu penegasan buat kita. Sudah tuntas bukti Yesus bangkit kepada semua murid termasuk Tomas. Kini kita tidak lagi melihat fisik Yesus namun diberkatilah (berbahagialah) kita yang percaya bahwa Dia hadir, bekerja dan berkuasa.

Segera setelah kita percaya maka damai sejahtera-Nya, bahagia-Nya dan berkat Nya akan menaungi kita, rumah kita, dalam masa-masa sulit ini.

Percayakah kita? Mari buktikan dan saksikan.

Riajos

P.S. kesaksian saudara dapat diberikan kepada saya dan kami akan menjadikannya kisah inspiratif di tengah pandemi dan masa isolasi ini. Selamat menjadi berkat dari kata dan pengalaman saudara. Damai Tuhan menyertai.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
  • Schooling Fish
    Yesaya 45:1-7; Mazmur 96:1-9; 1 Tesalonika 1:1-10; Matius 22:15-22
    Bayangkan saja kalau kita menjadi seekor ikan kecil. Kalau saja kita diberikan pilihan untuk hidup di akuarium atau di...
  • Rasa Haus
    Air menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan. Banyak hal membutuhkan air. Mulai dari tubuh manusia sebagian besar terdiri...
  • Apa yang kita letakkan pertama?
    Yesaya 5:1-7; Mazmur 80:8-16; Filipi 3:4-14; Matius 21:33-46
    “Selalu ada yang pertama untuk segalanya.” Apa anda pernah mendengar kalimat tersebut? Ya, sebagian besar dari kita tentu akan...
  • Hidup Dalam Keramahan Dan Cinta
    Yehezkiel 18: 1-4, 25-32 Mazmur 25: 1-9 Filipi 2: 1-13. Matius 21: 23-32
    Perubahan ke arah yang lebih baik adalah dambaan semua orang. Saya yakin dan percaya bahwa semua orang, tanpa kecuali...
Kegiatan