“Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” (Mat. 24:42)
Eling lan waspada. Ini adalah sebuah falsafah Jawa yang dituliskan oleh pujangga besar dari Kasunanan Surakarta yakni Raden Ngabehi Ronggo Warsito. Falsafah Jawa ini mengajarkan orang untuk selalu ingat, sadar, dan hati-hati dalam menjalani hidup. Eling lan waspada hendak mengingatkan orang untuk tetap sadar dan tidak lupa diri sebagai ciptaan dan sadar diri dengan senantiasa berinstropeksi dalam berelasi dengan sesama.
Yesus sedang memberitakan tentang kedatangan Anak Manusia kepada para murid. Mengenai waktu dan saatnya, Yesus berkata bahwa hanya Bapa surgawi yang tahu. Karena tidak ada yang dapat mengetahui saat kedatangan Anak Manusia, maka Yesus menasihatkan para murid untuk selalu mempersiapkan diri, “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang” (Mat. 24:42). Kesiapan diri dalam rangka kedatangan Anak Manusia ditunjukkan dengan tetap memegang teguh iman, pengharapan, dan kasih kepada Allah.
Nasihat berjaga-jagalah dapat kita pahami sebagai sikap seperti falsafah Jawa eling lan waspada. Kita diingatkan untuk sadar bahwa kita adalah murid-murid Yesus yang seharusnya hidup sesuai kehendak Allah. Namun, terkadang dalam hidup ini ada situasi yang dapat membuat kita lengah. Oleh karena itu, sikap waspada terhadap godaan-godaan jahat perlu selalu ada pada diri kita. Kita terus memeriksa perilaku kita: apakah kita hidup berkenan di hadapan Allah atau tidak? [Pdt. Hendri M. Sendjaja]
REFLEKSI:
Kesadaran dan kewaspadaan diri seharusnya dilakukan seiring iman, pengharapan, dan kasih kita kepada Tuhan.
Ayat Pendukung: Yes. 2:1-5; Mzm. 122; Rm. 13:11-14; Mat. 24:36-44
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.