Dua Jenis Pertobatan

Kisah Para Rasul 9 : 1 - 20

Belum ada komentar 907 Views

2 Jenis pertobatan?? Bukankah yang harus dan sudah bertobat adalah Saulus? Benar! Saulus harus bertobat karena ia begitu jahat, menangkap dan membunuh banyak anak-anak Tuhan! Tetapi Ananias juga harus ‘bertobat’ dari cara pandangnya yang keliru terhadap Saulus yang sudah bertobat!

Sebuah pertobatan dari 1 orang jahat selalu menuntut ‘pertobatan’ dari para korban atau orang-orang yang berada pada posisi ‘bersih’. Mereka harus memiliki cara pandang yang baru terhadap orang jahat yang bertobat itu. Dan ini sungguh tidak mudah! Ketika Allah meminta Ananias untuk menolong Saulus, maka ia segera mengungkapkan cara pandangnya tentang Saulus yang jahat (Kisah 9:13-14). Cara pandang inilah yang harus diubah. Ananias sekarang harus memandang Saulus sebagai seorang yang akan Tuhan pakai menjadi alat di tangan-Nya (Kisah 9:15).

Ananias siap mengubah cara pandangnya terhadap Saulus. Begitu juga murid-murid lain (Kisah 9:17,19b). Tetapi fakta keseharian kita, tidak semudah itu orang mengubah cara pandangnya terhadap orang jahat. Itu sebabnya upaya deradikalisasi sering gagal bukan karena seorang teroris tidak mau berubah tetapi karena ia tidak diterima di masyarakat. Begitu juga seorang penjahat sering pada akhirnya balik kembali ke penjara karena ketika ia bebas, masyarakat tidak menerimanya. Dalam konflik suami-isteri, ketika 1 pihak bertobat maka pihak lain juga harus mengubah cara pandangnya terhadap pihak yang bertobat. Kalau kesalahan masa lalu masih terus diangkat pada akhirnya konflik akan kembali terjadi.

Nah, perjumpaan dengan Yesus yang bangkit mengubah Saulus, juga Ananias, lalu bagaimana dengan anda? Berapa kali anda sudah merayakan Paskah? Lalu ‘pertobatan’ atau perubahan macam apa yang sudah muncul dalam hidup anda?

RDJ

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan