Doa Yang Sungguh

2 Raja-raja 20:1-11

Belum ada komentar 59 Views

Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata … ”Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.” (2Raj. 20:1)

Apa yang akan Anda lakukan jika mengetahui kapan waktu kematian Anda? Apa yang akan Anda lakukan dengan waktu Anda yang tersisa? Reaksi setiap orang atas hal ini sangat mungkin berbeda.

Ketika Hizkia sakit, Tuhan berfirman kepadanya melalui nabi Yesaya, Tuhan memberitahukan bahwa waktu hidupnya akan segera berakhir. Sebelum itu terjadi, Tuhan memberi kesempatan kepada Hizkia untuk menyampaikan pesan-pesan terakhir kepada keluarganya. Namun, Hizkia tidak melakukannya. Malahan, Hizkia bernegosiasi dengan Tuhan dalam doanya. Ia mengatakan kepada Tuhan bagaimana ia setia kepada Tuhan dan melakukan kehendak-Nya dengan tulus hati. Hizkia memohon belas kasihan Tuhan dengan ratap dan tangisnya. Tuhan yang penuh belas kasihan mendengarkan permohonan Hizkia. Maka sekali lagi, Tuhan mengutus Yesaya untuk menyampaikan rencana-Nya bagi Hizkia. Ia akan disembuhkan dari sakit penyakitnya dan usianya diperpanjang 15 tahun lagi. Bukan itu saja, Tuhan juga akan melepaskan Yehuda dari Asyur dan melindunginya. Doa yang disampaikan Hizkia dengan kesungguhan hati didengar Tuhan; membuat-Nya mengubah rencana-Nya atas hidup Hizkia.

Tuhan bukan hanya mendengar kata-kata doa yang terucap di mulut kita. Tuhan melihat hati kita yang terdalam. Ia melihat apakah hati kita sungguh tertuju kepada-Nya. Dia melihat apakah doa-doa kita sekadar basa-basi belaka. Jadi, berdoalah sungguh-sungguh! [Pdt. Henni Herlina]

DOA:
Dengarlah doa kami, ya Tuhan, lihatlah isi hati kami. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 88; 2Raj. 20:1-11; Mrk. 9:14-29
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...