Ditempa oleh Penderitaan

Ditempa oleh Penderitaan

Kel. 17:1-7; Mzm. 95; Rom. 5:1-11; Yoh. 4:5-26, 39-42

Belum ada komentar 24 Views

Hujan debu Gunung Kelud menyebabkan Jogya yang biasanya hiruk pikuk menjadi kota mati. Orang masih ragu memulai usaha warungannya, kecuali satu warung kecil di bantaran sungai. Di warung itu kelihatan sepi, hanya ada ibu penjual yang dibantu anaknya dan dua orang pelanggan. “malam bu…” sapaku, “Malam mas, mau makan apa? tanyanya “Nasi gudeg suwir pakai telor ya bu” jawabku cepat. “masih banyak debu dijalanan kok sudah keluar rumah mas, apa ibu gak masak ?”, tanya ibu itu lagi. “tadi seharian di rumah rasanya mulai sumpek, pengen cari udara segar setelah hujan dari pagi, jawabku lagi. Lha…ibu sendiri kok sudah berjualan, sementara warung lainnya masih pada tutup. “iya mas”, sambung ibu itu lagi, “abisnya gimana ? Mata pencaharian cuman ini, kalau berhenti gimana dan lagi, mungkin ada yang butuh makan, di sini kan banyak anak kost yang duitnya sering pas-pas an, terus sering ngutang, akh jadi kasihan lah sama mereka. Ibu bukan sok pinter, tapi ibu cuma mau kasih tau “Gusti Allah Ora Sare”, mas kan percaya sama Gusti Allah to ? ingat saja “Gusti Allah Ora Sare”. “maksudnya “Gusti Allah Ora Sare” itu apa? Tanyaku lagi. “ ooo alah… itu artinya Tuhan Allah Tidak Tidur.. gini lho mas, kalo mas e punya iman, Gusti Allah itu akan membantu usaha yang mas lakukan, asal mas hidupnya harus benar. Jadi meski hujan debu, hujan bledek, hujan bleduk entah opo wae, pasti ada maksud dibalik semua musibah, kesulitan dan penderitaan itu….. ooo gitu ya bu? Jawabku sambil bersiap untuk membayar.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • The Power of Serving, Kekuatan Melayani
    Markus 10:35-45
    Apakah anda punya saudara sekandung? Zebedeus memiliki setidaknya 2 anak dalam bacaan kita yang rupanya senang menjadi pengikut Yesus....
  • The Power of Empathy
    Seorang profesor di sebuah universitas di hari pertama perkualiahan, berdiri dengan tegak di depan mahasiswanya dan memberikan sebuah pendahuluan...
  • Harta Paling Berharga
    Pada umumnya orang merasa bahwa harta yang paling berharga adalah uang. Dengan uang, mereka akan dapat membeli apa pun...
  • Bebaskan Aku Dari Yang Tidak Kusadari
    Bilangan 11:4-6,10-16,24-29
    Kesadaran adalah hal yang biasa kita dengar. Namun biasa didengar bukan berarti mudah untuk dilakukan. Kerapkali dalam melakukan hal...
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....