Dibenarkan Karena Iman

Roma 4:1-12

Belum ada komentar 234 Views

“Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya dan yang ditutupi dosa-dosanya; berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.” (Rm. 4:7-8)

“Saya ini sangat berdosa, makanya Tuhan menghukum saya. Sekarang, mana berani saya datang ke gereja,” adalah sepenggal kalimat yang diucapkan seorang bapak kepada tim pelawat yang datang berkunjung ke rumahnya. Dulu, ia adalah orang yang sangat giat melayani Tuhan. Tetapi, beberapa tahun terakhir ia tidak pernah lagi datang ke gereja karena ia melakukan kesalahan. Meskipun ia sudah memperbaiki kesalahan itu, namun rasa bersalah terus membayanginya, membuatnya mundur dari pelayanan. Banyak orang terpenjara dalam kesalahan yang dilakukan di masa lalu; menghukum diri sedemikian rupa. Lupa bahwa anugerah Allah tersedia bagi setiap orang yang percaya.

Bukan karena kita sudah baik dan tidak akan pernah melakukan kesalahan lagi, maka Tuhan memercayakan pekerjaan- Nya kepada kita. Tuhan mengenal kita dengan baik, Ia tahu bahwa kita masih bisa melakukan kesalahan. Tetapi, Ia tetap memilih kita dan memberi kita tanggung jawab untuk melakukan pekerjaan-Nya. Tuhan sudah menyediakan anugerah-Nya bagi setiap kita. Jika kita sungguh mau mengakui dosa kita, maka Tuhan berkenan mengampuni pelanggaran dan dosa-dosa kita. Ia tidak lagi memperhitungkan kesalahan kita.

Anugerah Allah telah disediakan bagi setiap kita, tetapi hanya bisa dialami oleh orang yang percaya. Abraham percaya, dan dia dibenarkan, bukan karena hidupnya sempurna tanpa dosa, tetapi karena ia menyambut anugerah Allah dengan imannya. [Pdt. Lie Nah]

DOA:
Tuhan, tolong kami untuk percaya bahwa anugerah-Mu tersedia bagi kami. Jangan biarkan rasa bersalah membelenggu hidup kami. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 22:24-32; Kej. 16:1-6; Rm. 4:1-12
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Ketika Kita Tersakiti
    Mazmur 83:1-4, 13-18
    Ya Allah, janganlah Engkau bungkam, janganlah berdiam diri dan janganlah berpangku tangan, ya Allah! (Mazmur 83:2) Sambil menangis, seorang...
  • MENCLA-MENCLE
    Matius 16:21-28
    “… sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Matius 16:23c) “Mencla-mencle” adalah istilah...
  • Terima Kasih
    Matius 8:14-17
    …Ia pun bangun dan melayani Dia. (Matius 8:15b) Ada dua kata yang diajarkan oleh orangtua ketika kita masih kecil,...
  • Menahan Kejahatan
    2 Tesalonika 2:7-12
    Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan….(2 Tesalonika 2:7a) Kemudahan dalam memperoleh akses...
  • IMITASI
    Efesus 5:1-6
    Sebab itu, sebagai anak-anak yang terkasih, teladanilah Allah. (Efesus 5:1) Seorang anak cenderung meniru perilaku orangtuanya. Proses ini dikenal...