Dedikasi: Ini Aku, Utuslah Aku

Dedikasi: Ini Aku, Utuslah Aku

Belum ada komentar 839 Views

Tidak jarang kita mendengar bahkan memakai ungkapan: “Saya terbeban untuk melakukan ini atau itu…” Bandingkanlah ini dengan jawaban Yesaya atas panggilan Tuhan: “Ini aku, utuslah aku…!” (ayat 8). “Terbeban” punya konotasi (agak) terpaksa, tidak punya pilihan lain. Sedangkan pada Yesaya nyata niatannya untuk mengabdikan atau mendedikasikan diri sepenuhnya melakukan tugas pengutusan Tuhan.

Setidaknya ada dua hal yang mendasari kesediaan Yesaya ini. Yang pertama ialah kenyataan bahwa Tuhan telah menghargai, memilih bahkan mengampuninya. Ia sadar tanpa itu ia tidak bermakna sama sekali (ayat 5-7). Yang kedua ialah kecintaannya terhadap kotanya, negerinya, bangsanya. Ia berada ditengah ketegangan antara berita penghukuman yang harus disampaikannya dengan hasratnya agar kota, negeri dan bangsanya dipulihkan (ayat 11 vv). Kiranya ini menjadi cermin yang menentukan bagi kita jemaat Tuhan dan warganya dalam memberikan respons atas panggilan Tuhan kepada kita.

Tanpa kesadaran akan betapa berhargaya kita di mata Tuhan, serta kecintaan kita akan dunia, lingkungan dan masyarakat yang Tuhan karuniakan bagi kita, tidak mungkin kita dapat mendedikasikan diri untuk menjadi pelayan-Nya. Tanpa yang pertama kita tidak ada bedanya dengan “LSM”. Tanpa yang kedua kita terjebak dalam pemakaian ungkapan “terbeban” dan sejenisnya.

“Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” (ayat 8).

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Kerajaan Allah: Bukan Lokasi dan Situasi
    Lukas 4:16-21, Lukas 11:11-13
    Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (Lk. 4:21) Kerajaan Allah...
  • Kembali ke Kilometer Nol
    Yeremia 6:16, Yohanes 3:5-8
    Beginilah firman TUHAN: “Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik,...
  • (Tak) ‘Ku Tahu ‘Kan Hari Esok
    1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52
    Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan...
  • Melampaui Usia, Menggugah Karya
    1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52
    Tahukah Saudara arti kata ageisme? Ageisme atau ageism (dibaca : agis) adalah diskriminasi berdasarkan usia. Mungkin kita tidak familier...
  • Melampaui Stigma, Mencipta Persahabatan
    Setiap perjumpaan selalu melahirkan kesan baik yang positif maupun negatif. Kesan-kesan itu berkumpul, berkelindan, dan melekat sedemikian rupa sehingga...