Dari Keluarga Kepada Dunia (Pemulihan)

Yeremia 31:7-9 dan Mazmur 126

Belum ada komentar 53 Views

Pemulihan selalu mendatangkan kegembiraan. Syair ini menggambarkan pemulangan para buangan dari Babel ke negeri Israel (Yer 31: 7-9). Masa-masa kepahitan dan kegetiran berlalu, Allah menuntun umat-Nya memasuki pembebasan. Pemazmur menggambarkan situasi ini sebagai situasi yang tidak terduga namun menggembirakan. Peristiwa pemulihan ini membuat manusia melihat kuasa dan kasih Allah yang besar atas hidup umat-Nya. Masa-masa pahit tidak akan berlangsung terus menerus namun ada saatnya masa kegembiraan dan tawa mengisi kehidupan. Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan sorak sorai. Orang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya (ayat 5-6).

Pemulihan Israel menjadi kekuatan pengharapan bagi kita dalam hidup hari ini. Masa-masa pahit yang kita alami selama ini baik secara pribadi maupun komunal akan segera berlalu. Yang perlu dilakukan adalah terus menabur sekalipun mencucurkan air mata. Menabur benih yang baik dengan melangkah maju. Benih-benih akan bertumbuh memberikan kehidupan baru yang lebih baik.

Keluarga mengambil peranan penting untuk menabur benih yang baik. Keluarga dipanggil Allah untuk menjadi berkat bukan saja bagi dirinya tapi terlebih bagi orang lain. Keluarga diutus Allah memberitakan dan melakukan apa yang baik agar dapat menjadi kesaksian baik dunia tentang Allah. Pemulihan di mulai dari keluarga ketika setiap keluarga serius menyiapkan anggota keluarga untuk melakukan kehendak Allah di mana pun mereka diutus di luar rumah. Pemulihan di mulai dari keluarga ketika setiap keluarga membiasakan nilai-nilai baik sebagai pembentukan karakter maka dari sanalah keluarga mengambil peranan untuk melakukan pemulihan bagi dunia. Dunia di mana kita hidup, dunia tempat Allah mengutus kita. Mulai dari dunia di tempat kita berpijak, membangun relasi. Dunia yang dekat yang membutuhkan banyak pemulihan.

DVA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan