Dari Keluarga Kepada Dunia (Pemulihan)

Yeremia 31:7-9 dan Mazmur 126

Belum ada komentar 126 Views

Pemulihan selalu mendatangkan kegembiraan. Syair ini menggambarkan pemulangan para buangan dari Babel ke negeri Israel (Yer 31: 7-9). Masa-masa kepahitan dan kegetiran berlalu, Allah menuntun umat-Nya memasuki pembebasan. Pemazmur menggambarkan situasi ini sebagai situasi yang tidak terduga namun menggembirakan. Peristiwa pemulihan ini membuat manusia melihat kuasa dan kasih Allah yang besar atas hidup umat-Nya. Masa-masa pahit tidak akan berlangsung terus menerus namun ada saatnya masa kegembiraan dan tawa mengisi kehidupan. Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan sorak sorai. Orang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya (ayat 5-6).

Pemulihan Israel menjadi kekuatan pengharapan bagi kita dalam hidup hari ini. Masa-masa pahit yang kita alami selama ini baik secara pribadi maupun komunal akan segera berlalu. Yang perlu dilakukan adalah terus menabur sekalipun mencucurkan air mata. Menabur benih yang baik dengan melangkah maju. Benih-benih akan bertumbuh memberikan kehidupan baru yang lebih baik.

Keluarga mengambil peranan penting untuk menabur benih yang baik. Keluarga dipanggil Allah untuk menjadi berkat bukan saja bagi dirinya tapi terlebih bagi orang lain. Keluarga diutus Allah memberitakan dan melakukan apa yang baik agar dapat menjadi kesaksian baik dunia tentang Allah. Pemulihan di mulai dari keluarga ketika setiap keluarga serius menyiapkan anggota keluarga untuk melakukan kehendak Allah di mana pun mereka diutus di luar rumah. Pemulihan di mulai dari keluarga ketika setiap keluarga membiasakan nilai-nilai baik sebagai pembentukan karakter maka dari sanalah keluarga mengambil peranan untuk melakukan pemulihan bagi dunia. Dunia di mana kita hidup, dunia tempat Allah mengutus kita. Mulai dari dunia di tempat kita berpijak, membangun relasi. Dunia yang dekat yang membutuhkan banyak pemulihan.

DVA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...