Ciptaan Baru? WUJUDKANLAH!

Belum ada komentar 5 Views

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. (2Kor. 5:17)

Secara popular, kita kerap mendengar bahwa manusia adalah human being. Tidak ada yang menolak itu. Iman Kristen pun menerimanya, kecuali … Kecuali bahwa banyak bapa gereja yang membuat klaim itu lebih terfokus pada Kristus. Maksudnya begini. Kristuslah satu-satunya Human Being yang sejati. Seluruh manusia telah berdosa dan tidak dapat menjadi human being yang sejati selain jika mereka diperbarui oleh Allah dalam kuasa Roh dan dipersatukan ke dalam Kristus.

Itulah yang mau diajarkan oleh Paulus. “Siapa yang ada di dalam Kristus,” Sang Human Being sejati itu, ia menjadi “ciptaan baru”. Apa artinya? Alih-alih memahami manusia sebagai human being, kita diundang untuk memandang manusia sebagai human becoming. Kita tidak “mengada” [being) sebagai manusia, seolah-olah nilai hidup kita ada di dalam diri kita. Sebaliknya, kita selalu dalam proses “menjadi” [becoming) manusia, sebab pusat hidup kita ada pada Kristus. Sejak itu, tujuan hidup kita adalah menjadi manusia seperti Kristus. Dengan demikian, human becoming berarti becoming Christlike. Mungkin, dua ayat ini menjadi contoh menarik dari dalam Alkitab tentang tujuan hidup kita untuk menyerupai Kristus itu.

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya la, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Rm. 8:29)

Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. (2Kor. 3:18)

|JA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...
  • Iman Menembus Batas Ketakutan
    Markus 5:21-43
    Perikop ini berisi dua kisah yang dijalin bersamaan. Kisah pertama tentang Yairus, seorang kepala rumah ibadat, yang meminta Yesus...