Bukan Perkataan Sembarangan

Yohanes 6:56-69

Belum ada komentar 27 Views

“Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal ….” (Yoh. 6:68)

“Jangan asbun!” Itulah komentar seorang guru ketika mendengar jawaban murid atas pertanyaan, berapa banyak musim di Indonesia. Si murid menjawab, “Musim di Indonesia itu musim hujan gerimis, musim banjir, musim banyak angin, musim panas, musim durian, musim mangga, dan lain-lain.” Padahal, guru itu berharap muridnya dapat menjawab bahwa ada dua musim di Indonesia, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Ia lantas menasihatkan, “Jangan asbun! Jangan asal bunyi! Ungkapkan jawaban yang benar!”

Perkataan yang benar dan baik punya nilai khasiat yang lebih tinggi dibandingkan dengan perkataan asal saja. Perkataan yang benar dan baik, berdaya guna dan mampu mendorong perubahan bagi hidup orang yang mendengarkannya. Simon Petrus menyatakan bahwa perkataan Yesus adalah perkataan hidup yang kekal. Pernyataan Simon Petrus ini muncul dari iman bahwa tanpa Yesus, perjalanan hidupnya tak berarti apa-apa. Katanya, “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi?” Simon Petrus percaya dengan ikut Yesus, hidupnya jadi berarti. Dengan mendengarkan dan melakukan ajaran atau perkataan Yesus yang benar dan baik, Simon Petrus mengalami hidup baru; hidup yang kekal di dalam cinta kasih Allah.

Apakah kita percaya dan mengakui perkataan Yesus sebagai perkataan benar dan baik? Jika kita mengakui perkataan Yesus itu tidak asal-asalan, perkataan itu seharusnya memengaruhi dan mengubah hidup kita sehingga kita mempunyai hidup yang kekal. [Pdt. Hendri M. Sendjaja]

DOA:
Ya Tuhan Yesus, aku sungguh memandang perkataan-Mu sebagai perkataan hidup yang kekal. Aku pun mau mengikuti-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Yos. 24:1-2a, 14-18; Mzm. 34:16-23; Ef. 6:10-20; Yoh. 6:56-69
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Tak Gentar Oleh Ketakutan
    Ayub 39:13-25
    Ia menertawakan kedahsyatan dan tak pernah ketakutan; ia pantang mundur menghadapi pedang. (Ayub 39:25) Bayangkanlah seekor kuda perang dalam...
  • Suara Tuhan Di Tengah Badai
    Mazmur 29
    Suara TUHAN penuh kekuatan, suara TUHAN penuh semarak. (Mazmur 29:4) Bayangkanlah sebuah kapal kecil di tengah laut lepas. Awan...
  • Meneguhkan Orang Yang Ragu
    Matius 28:16-20
    Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata..(Matius 28:17-18a) Merasa ragu adalah hal...
  • Tindakan Yang Lahir Dari Kasih
    Yohanes 14:15-17
    Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti perintah-perintah-Ku (Yohanes 14:15) Celia, seorang ibu dengan dua anak remaja, jatuh sakit....
  • Ketika Tuhan Bertanya
    Ayub 38:12-21
    Engkaukah yang turun sampai ke sumber laut, atau berjalan-jalan di dasar samudra dalam? (Ayub 38:16) Saat mengalami pergumulan, mungkin...