Budaya Malu

Yehezkiel 43:1-12

Belum ada komentar 77 Views

Engkau, hai anak manusia, beritahukanlah kepada kaum Israel tentang Bait Suci ini, agar mereka menjadi malu atas kesalahan-kesalahan mereka, dan ukurlah rancangannya yang sempurna. (Yehezkiel 43:10)

Kita sering menjumpai orang yang melanggar peraturan lalu lintas di jalan, seperti menerobos lampu merah atau berkendara dengan cara yang salah, tetapi mereka bersikap acuh. Mereka tidak tampak malu meskipun jelas melakukan kesalahan. Kita juga sering menyaksikan orang- orang yang dengan angkuh menunjukkan kekuasaannya dan tidak merasa malu saat menyalahgunakan wewenang. Tidak jarang pula kita menjumpai seseorang yang terbukti bersalah, tetapi ia tetap tidak merasa malu, bahkan tidak merasa bersalah sama sekali.

Tampaknya, budaya malu telah semakin pudar. Orang-orang cenderung bersikap percaya diri secara berlebihan, tidak merasa bersalah, serta menganggap kesalahan sebagai sesuatu yang lumrah dan biasa. TUHAN mengingatkan umat Israel melalui Nabi Yehezkiel agar mereka merasa malu saat melihat Bait Suci, sebagai pengingat atas kesalahan yang telah mereka perbuat. Bait Suci akan menjadi kediaman-Nya selamanya. Namun, TUHAN juga mengingatkan bahwa dosa-dosa masa lalu, terutama penyembahan berhala dan ketidaktaatan para raja Israel, harus dihapus.

Mari belajar menjadi orang yang tahu malu, bukan orang yang tidak tahu malu. Mari belajar menjadi pribadi yang peka dan selalu berusaha memperbaiki diri setiap hari, bukan menjadi orang yang angkuh dan merasa dirinya sudah sangat baik. [Pdt. Cordelia Gunawan]

REFLEKSI:
Belajarlah menjadi orang yang tahu malu, bukan orang yang tidak tahu malu. Belajarlah mengakui kesalahan dan tidak selalu merasa benar.

Ayat Pendukung: Yeh. 43:1-12; Mzm. 141; Mat. 23:37-24:14
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Apa Yang Ada Padamu?
    Matius 15:32-39
    Kata Yesus kepada mereka, “Kamu punya berapa roti?” “Tujuh”, jawab mereka, “dan beberapa ikan kecil.” (Matius 15:34) Tim survei...
  • Pertolongan Tuhan Jauh Lebih Utama
    Kejadian 32:3-21
    Lepaskanlah kiranya aku dari tangan Esau, saudaraku, sebab aku takut kepadanya, jangan-jangan ia datang membunuh aku, juga ibu-ibu bersama...
  • Bangun dan Puas
    Mazmur 17:1-7,15
    Tetapi, aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu. (Mazmur 17:15)...
  • HEALING
    Matius 14:13-21
    “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” (Matius 14:16) Istilah healing mulai populer di Indonesia sejak sekitar...
  • Doa Tidak Menggantikan Kerja Keras
    Matius 7:1-11
    “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Matius 7:7) Seorang...