tanda

Buatlah Tanda

Matius 11:2-11

Belum ada komentar 125 Views

Apa yang di dalam meluap keluar. Kualitas sebuah pohon ditentukan dari apa yang terlihat, salah satunya bunga dan buahnya. Demikian juga penghayatan akan Tuhan meluap dari tindakan dan tutur kata, hasil dari proses merasa dan berpikir.

Percakapan murid-murid Yohanes dengan Yesus adalah percakapan yang menarik. Murid Yohanes bertanya, “Apakah Yesus adalah Mesias yang akan datang itu, yang Yohanes wartakan melalui seruannya?” Yesus tidak mendeskripsikan siapa diri-Nya. Yesus justru menyuruh mereka sendiri yang melihat ‘tanda’ yang dilakukannya dan menarik kesimpulan iman. “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik” (Mat. 11:4-5, bdk. Yes. 35:5-6, 61:1). Yesus hanya memberikan ‘tanda’ yang dapat dilihat oleh orang banyak tentang siapa diri-Nya tanpa banyak bertutur kata.

Tanda dalam bahasa Yunani menggunakan kata σημεῖον yang berarti sesuatu yang dapat dilihat orang, mengarahkan orang, sesuatu yang tidak biasa dan karya atau mujizat yang menunjukkan otentisitas kuasa Allah melalui seseorang. Dalam masa penantian agung (Adven), yaitu sepanjang kehidupan kita, setiap orang beriman diajak untuk membuat ‘tanda’. Tanda keagungan dan karya Allah dalam tindakan nyata kita supaya dunia dapat melihat Allah melalui diri kita. Menyaksikan karya Allah seperti Kristus perlu dikerjakan tidak dengan kata saja, tetapi lebih efektif memperlihatkannya dalam perilaku yang konkret.

Identitas Kristen selalu berkait dengan ‘kasih’. Kegagalan orang Kristen mengerjakan kasih akan membuat banyak orang mempertanyakan iman kita dan bahkan lebih jauh ajaran tentang Allah. Kemauan dan kemampuan kita untuk terus mengupayakan membuat tanda, berarti memperjumpakan Allah pada dunia dan mengukuhkan identitas iman kita pada Allah. Siapkanlah dirimu dan buatlah tanda.

BA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan