Betapa Banyak Perbuatan-Mu, ya Tuhan…

Betapa Banyak Perbuatan-Mu, ya Tuhan…

Belum ada komentar 14 Views

Masih ingat perumpamaan Yesus tentang pengampunan dalam Matius 18, tentang seseorang yang “hutangnya” yang amat besar diampuni, tetapi segera setelah itu menuntut tetangganya yang  berhutang jauh lebih kecil kepadanya? Intinya amat sederhana: hidup konsekuen. Bila mau/ingin diampuni, mesti bersedia pula mengampuni. Walau tidak tepat sejajar, inti yang sama seharusnya dikenakan pada pujian kepada Tuhan.

Mazmur 104 adalah nyanyian pujian yang amat indah bagi    Tuhan yang telah menciptakan dunia dan segala makhluk, termasuk manusia, di dalamnya. Pujian yang lahir dari ketakjuban yang tulus atas keindahan semua ciptaan-Nya. Kita kerap pula menyanyikannya dengan penuh perasaan: “Bila kulihat bintang gemerlapan… maka jiwaku pun memuji-MU…. Sungguh besar Kau Allahku! (KJ 64).

Namun menyanyikan pujian atas ciptaan Tuhan yang sempurna dan indah, mesti dibarengi sikap dan tindakan mensyukuri serta menatalayaninya, sebagaimana yang dikehendaki-Nya. Takjub atas ciptaan Tuhan yang “baik di mata Tuhan” (Kej. 1:4, 10, 12, 18, 21, 25, 31), mesti diikuti oleh tanggung jawab dan tindakan menjaga agar ciptaan-Nya yang indah itu tetap berkenan di hadapan-Nya. Sebab bila tidak demikian, maka nyanyian pujian kita hanyalah   indah untuk didengar (dalam ibadah atau di mata orang misalnya), tetapi kosong makna di hadapan Tuhan sendiri.

Sang pemazmur menggarisbawahi nyanyian pujiannya dengan ayat 31: “Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya! Kiranya kita pun. Khususnya di Bulan Peduli ini, ketika kita belajar untuk peduli pada alam lingkungan hidup kita, dan berusaha  menyatakannya secara kongkret. Belajar “menatalayani ciptaan – menata diri”.

 

PWS

 

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • The Power of Serving, Kekuatan Melayani
    Markus 10:35-45
    Apakah anda punya saudara sekandung? Zebedeus memiliki setidaknya 2 anak dalam bacaan kita yang rupanya senang menjadi pengikut Yesus....
  • The Power of Empathy
    Seorang profesor di sebuah universitas di hari pertama perkualiahan, berdiri dengan tegak di depan mahasiswanya dan memberikan sebuah pendahuluan...
  • Harta Paling Berharga
    Pada umumnya orang merasa bahwa harta yang paling berharga adalah uang. Dengan uang, mereka akan dapat membeli apa pun...
  • Bebaskan Aku Dari Yang Tidak Kusadari
    Bilangan 11:4-6,10-16,24-29
    Kesadaran adalah hal yang biasa kita dengar. Namun biasa didengar bukan berarti mudah untuk dilakukan. Kerapkali dalam melakukan hal...
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....