Bersyukurlah Kepada Tuhan, Sebab Ia Baik

Yeremia 33:10-16

Belum ada komentar 320 Views

“Bersyukurlah kepada TUHAN semesta alam, sebab TUHAN itu baik, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya! ….” (Yer. 33:11)

Semua agama menawarkan janji yang indah dan manis kepada pengikutnya. Jika kamu “berbuat baik” maka kamu akan diberkati oleh dewa anu atau ilah anu. Iman Kristen tidak begitu! Yahweh, Allah Israel, pada dasarnya adalah Allah yang baik. Sebelum kita mampu melakukan kebaikan, Ia sudah melimpahkan berkat dan kasih-Nya kepada kita.

Karena itu, kita selalu mendengar umat-Nya berseru, “Bersyukurlah kepada Tuhan semesta alam, sebab Tuhan itu baik, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!” Tuhan tidak pernah melupakan umat-Nya, bahkan ketika mereka terimpit oleh dosa dan kesalahannya. Atau ketika kita mengalami berbagai masalah. Kasih Tuhan kepada umat-Nya tidak bersyarat. Unconditional! Kita berbuat baik, bukan supaya kita dikasihi dan diberkati oleh Tuhan. Tetapi, kita berbuat baik karena sudah dikasihi dan diberkati-Nya. Perbuatan baik kita ialah buah iman; sebagai ungkapan syukur atas berkat dan kasih-Nya yang tidak terhingga.

Ini sungguh kontras dengan tawaran agama-agama lain yang memandang kasih dan berkat dewa-dewi mereka dengan berbagai syarat. Jika kamu berpuasa, jika kamu berbuat amal, dan banyak “jika” lain sebagai syarat, yang sulit dipenuhi oleh manusia. Tidak mengherankan jika umat Israel dan umat Kristen selalu merasa bersyukur sudah mengenal Allah yang disembahnya. Dia memang lain. Tidak ada yang seperti Dia! [Pdt. (Em.) Ferdinand Suleeman]

REFLEKSI:
Allah mengasihi umat-Nya seperti seorang bapa menyayangi anak-anaknya.

Ayat Pendukung: Mzm. 118:1-2, 19-29; Yer. 33:10-16; Mrk. 10:32-34, 46-52
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...