BERSEDIA DILUPAKAN

Lukas 3:15-17, 21-22

Belum ada komentar 100 Views

“Aku membaptis kamu dengan air, tetapi la yang lebih berkuasa daripada aku akan datang. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. la akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. (Lukas 3:16)

Post power syndrome adalah gejala yang dialami oleh seseorang yang tidak bisa menerima perubahan yang terjadi berkaitan dengan hilangnya pengaruh atau kekuasaannya. Biasanya orang yang terkena gejala ini akan merasa khawatir, kecewa, dan kehilangan rasa percaya diri, karena ia kehilangan pengaruh dan kuasa atas orang-orang yang selama ini ada di bawah kepemimpinannya.

Yohanes memiliki pengaruh yang luas sebagai orang yang menyerukan pertobatan dan mengajak orang banyak untuk memberi diri mereka dibaptis. Banyak orang Yahudi yang menjadi pengikut Yohanes dan membantu pelayanannya bagi banyak orang. Kemunculan Yesus tentunya akan membuat perhatian mereka beralih kepada Yesus. Ternyata Yohanes tidak mengalami post power syndrome, sebab ia menyadari bahwa Yesus jauh lebih berkuasa darinya, bahkan membuka tali kasut-Nya pun ia tidak layak. Yohanes siap memperkenalkan Yesus kepada orang banyak, sebab ia hanyalah perintis yang pada waktunya akan memberi kesempatan kepada Yesus untuk berkarya di tengah orang banyak. Baptisan yang diterima Yesus menjadi awal perkenalan-Nya sebagai Anak Allah yang dipenuhi Roh Kudus.

Dalam aktivitas pelayanan, akan selalu ada orang-orang baru dengan berbagai talenta yang bergabung untuk melayani. Namun tak jarang ada orang yang tidak rela jika pengaruh dan kepemimpinannya diberikan kepada orang lain. Kerendahan hati Yohanes menjadi teladan bagi kita untuk siap mempercayakan tugas pelayanan kepada orang lain karena Tuhan mengutus banyak orang. Kita sebenarnya tidak layak, hanya Tuhan yang memampukan. [Pdt. Melani Ajub Egne]

REFLEKSI:
Kesempatan untuk melayani adalah anugerah Tuhan, bukan karena kehebatan kita, karena itu lakukanlah dengan tulus dan rendah hati.

Ayat Pendukung: Yes. 43:1-7; Mzm. 29; Kis. 8:14-17; Luk. 3:15-17, 21-22
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • JANGAN LENGAH
    Matius 24:36-44
    “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga’.’ (Matius 24:44)...
  • Belajar Percaya Penuh
    Kejadian 6:11-22
    Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya. (Kejadian 6:22) Dalam pergaulan dan komunikasi...
  • Kecenderungan Hati
    Kejadian 6:1-10
    TUHAN meiihat betapa besarnya kejahatan manusia di bumi, dan segaia kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. (Kejadian 6:5) Dalam...
  • Doa Bagi Indonesia
    Mazmur 122
    Berdoalah untuk damai sejahtera Yerusalem, “Kiranya orang-orang yang mencintaimu hidup sentosa’.’ (Mazmur 122:6) Apakah Saudara bangga menjadi orang Indonesia?...
  • Dikagumi dan Dibenci
    Yesaya 60:8-16
    Sebagai ganti keadaanmu dahulu, ketika engkau ditinggalkan, dibenci, dan tidak dilalui seorang pun, sekarang Aku akan membuat engkau menjadi...