Berpartisipasi ke dalam Peristiwa Trinitas

Lukas 3:22

Belum ada komentar 36 Views

Peristiwa pembaptisan Yesus merupakan sebuah peristiwa Trinitarian. Artinya, di dalam peristiwa itu, ketiga Pribadi ilahi, Bapa, Anak, dan Roh Kudus, hadir dalam persekutuan yang sangat karib, yang mengarahkan seluruh cinta-Nya kepada dunia. Pada momen itu, Roh Kudus turun atas Yesus, dan Sang Bapa mengungkapkan kasih-Nya yang meluap pada Sang Anak yang menjadi manusia.

Ungkapan hati Sang Bapa itu direkam oleh ketiga injil pertama, dengan sedikit perbedaan. Jika versi Matius mencatat ungkapan hati Sang Bapa itu diarahkan kepada orang banyak yang ikut menyaksikan, maka versi Markus dan Lukas diarahkan kepada Yesus sendiri. Yang satu berujar, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Mat. 3:17), sementara dua yang lain mencatat, “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan” (Mrk. 1:11; Luk. 3:22).

Yang satu merupakan sebuah testimoni publik, yang lain merupakan sebuah ekspresi personal. Akan tetapi, keduanya mendemonstrasikan relasi cinta yang sangat akrab antara ketiga Pribadi Allah Tritunggal. Sejak pembaptisan itu, seluruh karya Yesus Kristus dimulai sampai akhirnya memuncak di atas kayu salib, sebelum akhirnya Ia dibangkitkan oleh Sang Bapa melalui kuasa Roh Kudus. Artinya, seluruh peristiwa Kristus adalah peristiwa Trinitaris. Ketiga Pribadi Allah bekerja bersama-sama demi dunia yang dicintai-Nya.

Selama 52 minggu ke depan, di tahun 2019 ini, ingatlah, bahwa seluruh peristiwa hidupmu dapat menjadi peristiwa cinta Allah Trinitas yang bekerja di dalam hidup-Mu. Cinta Sang Bapa yang melimpah kepada Sang Anak dapat pula kita rasakan berkat Roh Kudus yang menghadirkan cinta ilahi itu ke dalam hidup manusiawi kita. Itulah sesungguhnya makna terdalam dari baptisan yang kita terima. Melalui baptisan kudus, kita diperkenankan untuk berpartisipasi ke dalam peristiwa Yesus Kristus, peristiwa Allah Trinitas.
ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan