Berjumpa Allah dalam Hening

Matius 14:22-33

Belum ada komentar 55 Views

Masih ingatkah Saudara dengan dua kisah sebelum bacaan kita hari ini? Ya, sebelum Yesus memberi makan lima ribu orang, ada kisah memilukan yaitu kematian Yohanes Pembaptis di tangan Herodes. Yang lebih menyedihkannya lagi, Herodes memenggal kepala Yohanes karena terjebak oleh sumpahnya sendiri kepada anak perempuan Herodias. Sungguh kisah yang memilukan bagi para murid Yohanes dan juga Yesus.

Yang tak kalah menarik, setelah mengetahui kematian Yohanes Pembaptis, tidak diceritakan sama sekali kemarahan Yesus, atau upayanya menyalahkan Herodes. Padahal, bukan hal yang tak mungkin jika Yesus bersama para murid mengumpulkan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi, untuk melakukan protes atau bahkan perlawanan kepada Herodes. Bukankah itu yang sebelumnya Herodes takutkan sehingga ia mengurungkan niatnya untuk membunuh Yohanes sebelum peristiwa ulang tahunnya? Tetapi buka itu yang Yesus lakukan. Tidak tenggelam dalam duka, tidak sibuk menyalahkan orang lain, tidak protes pada situasi, Yesus tetap fokus melayani. Tentu hatinya dirundung duka dan kepedihan, tapi itu tidak membuatnya kehilangan arah dan berhenti melayani. Persis setelah kisah itu, dikisahkan pelayanan Yesus yang memberi makan ribuan orang.

Setelah duka yang Yesus alami, pelayanan yang harus Ia lakukan, Yesus dan para murid perlu melanjutkan perjalanan. Ia menyuruh para murid untuk pergi mendahuluiNya ke seberang, sementara Ia menyuruh orang banyak pulang. Setelah orang banyak pulang, Yesus pun naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Yesus nampak mencoba menjauhi diri dari orang banyak. Tapi bukan sekedar menjauh, Ia justru mendekat, mendekat kepada BapaNya. Menarik diri dari kerumunan orang banyak, dan mendekapkan diri pada pelukan sang Bapa. Tidak dituliskan apa yang Yesus bawa dalam doaNya, namun yang pasti Ia perlu untuk mengambil momen intim bersama Bapa sebelum Ia melanjutkan perjalananNya.

Saudara, pernahkah Saudara mengalami duka yang mendalam? Dan di saat yang bersamaan memiliki tanggung jawab pelayanan? Apa yang Saudara lakukan? Berhenti melayani? Jika kita melihat apa yang Yesus lakukan, teladanilah. Ambil lah momen intim dengan sang Bapa, tenggelamlah dalam pelukanNya, mintalah kekuatan untuk dimampukan melakukan pelayanan. Ada banyak orang yang perlu dilayani, ada banyak orang yang perlu dibantu untuk merasakan kasih dan penyertaan Allah melalui kehadiran Saudara. Jumpailah Ia dalam hening.
Tuhan memberkati kita.
ASC

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • The Power of Serving, Kekuatan Melayani
    Markus 10:35-45
    Apakah anda punya saudara sekandung? Zebedeus memiliki setidaknya 2 anak dalam bacaan kita yang rupanya senang menjadi pengikut Yesus....
  • The Power of Empathy
    Seorang profesor di sebuah universitas di hari pertama perkualiahan, berdiri dengan tegak di depan mahasiswanya dan memberikan sebuah pendahuluan...
  • Harta Paling Berharga
    Pada umumnya orang merasa bahwa harta yang paling berharga adalah uang. Dengan uang, mereka akan dapat membeli apa pun...
  • Bebaskan Aku Dari Yang Tidak Kusadari
    Bilangan 11:4-6,10-16,24-29
    Kesadaran adalah hal yang biasa kita dengar. Namun biasa didengar bukan berarti mudah untuk dilakukan. Kerapkali dalam melakukan hal...
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....