Berjumpa Allah dalam Hening

Matius 14:22-33

Belum ada komentar 50 Views

Masih ingatkah Saudara dengan dua kisah sebelum bacaan kita hari ini? Ya, sebelum Yesus memberi makan lima ribu orang, ada kisah memilukan yaitu kematian Yohanes Pembaptis di tangan Herodes. Yang lebih menyedihkannya lagi, Herodes memenggal kepala Yohanes karena terjebak oleh sumpahnya sendiri kepada anak perempuan Herodias. Sungguh kisah yang memilukan bagi para murid Yohanes dan juga Yesus.

Yang tak kalah menarik, setelah mengetahui kematian Yohanes Pembaptis, tidak diceritakan sama sekali kemarahan Yesus, atau upayanya menyalahkan Herodes. Padahal, bukan hal yang tak mungkin jika Yesus bersama para murid mengumpulkan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi, untuk melakukan protes atau bahkan perlawanan kepada Herodes. Bukankah itu yang sebelumnya Herodes takutkan sehingga ia mengurungkan niatnya untuk membunuh Yohanes sebelum peristiwa ulang tahunnya? Tetapi buka itu yang Yesus lakukan. Tidak tenggelam dalam duka, tidak sibuk menyalahkan orang lain, tidak protes pada situasi, Yesus tetap fokus melayani. Tentu hatinya dirundung duka dan kepedihan, tapi itu tidak membuatnya kehilangan arah dan berhenti melayani. Persis setelah kisah itu, dikisahkan pelayanan Yesus yang memberi makan ribuan orang.

Setelah duka yang Yesus alami, pelayanan yang harus Ia lakukan, Yesus dan para murid perlu melanjutkan perjalanan. Ia menyuruh para murid untuk pergi mendahuluiNya ke seberang, sementara Ia menyuruh orang banyak pulang. Setelah orang banyak pulang, Yesus pun naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Yesus nampak mencoba menjauhi diri dari orang banyak. Tapi bukan sekedar menjauh, Ia justru mendekat, mendekat kepada BapaNya. Menarik diri dari kerumunan orang banyak, dan mendekapkan diri pada pelukan sang Bapa. Tidak dituliskan apa yang Yesus bawa dalam doaNya, namun yang pasti Ia perlu untuk mengambil momen intim bersama Bapa sebelum Ia melanjutkan perjalananNya.

Saudara, pernahkah Saudara mengalami duka yang mendalam? Dan di saat yang bersamaan memiliki tanggung jawab pelayanan? Apa yang Saudara lakukan? Berhenti melayani? Jika kita melihat apa yang Yesus lakukan, teladanilah. Ambil lah momen intim dengan sang Bapa, tenggelamlah dalam pelukanNya, mintalah kekuatan untuk dimampukan melakukan pelayanan. Ada banyak orang yang perlu dilayani, ada banyak orang yang perlu dibantu untuk merasakan kasih dan penyertaan Allah melalui kehadiran Saudara. Jumpailah Ia dalam hening.
Tuhan memberkati kita.
ASC

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • TOHU WABOHU
    Kejadian 1:1-5 dan Markus 1:4-11
    Dengan apik penulis Injil Markus menuliskan sebuah keterangan bahwa seruan pertobatan Yohanes Pembaptis justru disampaikan di tengah padang gurun...
  • Sang Kekal Diam Bersama Kita
    Yohanes 1:14
    Seorang sastrawan bernama Goenawan Moehamad menulis sebuah catatan, “Selalu ada yang bisa mengerikan dalam hubungan dengan sejarah. Tapi pada...
  • Simeon: Siap Mati dan Berani Hidup
    Lukas 2:29-30
    Salah satu sisi kelam dari pandemi Covid-19 yang paling mendukakan kita semua adalah terenggutnya kehidupan orang-orang yang kita kasihi...
  • Beroleh Kasih Karunia Allah
    Beroleh Kasih Karunia Allah
    Lukas 1:30
    ”Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah” (Luk. 1:30). Demikian ujar malaikat saat menjumpai...
  • Allah Berkenan dan Merahmati Kita!
    Yesaya 61: 1-4, 8-11
    Jika kita membaca Yesaya 61:1-4, dengan cepat kita akan mengingat ucapan Yesus di dalam Lukas 4:18-19. Ternyata, Yesus mengutip...