Beribadahlah Terlebih Dahulu sebelum Meminta Bantuan Allah

Belum ada komentar 17 Views

Bacaan Hari ini:
2 Tawarikh 20: 5-6 “Lalu Yosafat berdiri di tengah-tengah jemaah Yehuda dan Yerusalem di rumah TUHAN, di muka pelataran yang baru dan berkata, “Ya TUHAN, Allah nenek moyang kami, bukankah Engkau Allah di dalam surga? Bukankah Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa? Kuasa dan keperkasaan ada di dalam tangan-Mu, sehingga tidak ada orang yang dapat bertahan melawan Engkau.”

Hidup ini memiliki saat-saat di mana Anda merasa seolah berada dalam situasi yang mustahil, saat-saat ketika Anda merasa diserang dari segala arah. Itulah yang terjadi pada Raja Israel, Yosafat. Ia berdoa kepada Allah ketika menghadapi pasukan berjumlah besar yang terdiri dari tiga bangsa yang berbeda. Untuk bisa melewati masa-masa tersebut, Anda perlu mencontoh doa-doa Yosafat ini agar Anda dapat beroleh damai sejahtera.

Yosafat melakukan tiga hal dalam 2 Tawarikh 20 yang juga bisa Anda lakukan:

Fokus kembali kepada Tuhan.

Meski dengan permasalahan yang menjulang di hadapan Anda, alihkan fokus perhatian Anda kepada sifat dan janji Allah. Yosafat berdoa, “Ya Tuhan, Engkau lebih besar dari semua bangsa. Engkau lebih besar dari apa pun yang akan kuhadapi.”

Masalah Anda mungkin tampak terlalu besar buat Anda atasi, tetapi itu tak akan pernah terlalu besar buat Tuhan. Ubah perspektif Anda dengan cara mengalihkan fokus Anda.

Ingat kesetiaan Tuhan di masa lalu.

Yosafat ingat kembali segala cara yang telah Allah pakai untuk menolong bangsa Israel di masa lalu. Dengan mengingat kembali kesetiaan Tuhan di masa lalu akan membantu Anda untuk percaya pada-Nya di masa depan. Anda perlu ingat kembali saat-saat di mana Tuhan bekerja dengan begitu kuatnya di dalam hidup Anda.

Minta bantuan Tuhan.

Pada intinya, Yosafat berdoa, “Masalahku tidak ada yang terlalu besar bagi-Mu, Tuhan. Engkau telah menolongku di masa lalu. Bantu aku sekali lagi, ya Tuhan!”

Tuhan mengasihi Anda, dan Dia peduli dengan masalah Anda.

Doa Yosafat dibangun di atas tiga pertanyaan ini,
“Bukankah Engkau adalah Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu ?”
“Bukankah Engkau senantiasa setia membantu kami ?” dan
“Apakah Engkau akan melakukannya lagi bagi kami ?”

Ketika Anda merasa kewalahan, Anda perlu bantuan Tuhan. Tetapi penting untuk dipahami bahwa Allah Bapa bukanlah mesin penjual otomatis yang akan memberikan apa pun yang Anda inginkan, hanya karena Anda menyetor beberapa doa. Tuhan ingin ibadah Anda terlebih dahulu.

Ketika Anda fokus dan bersyukur kepada-Nya atas kasih setia-Nya, artinya Anda menyembah Dia. Kemudian, berdoalah dan minta pertolongan-Nya.

Yosafat setia dalam menyembah Allah dan dalam meminta bantuan Tuhan, dan Dia pun membebaskan Yosafat dari musuh-musuhnya. Allah akan melakukan hal yang sama untuk Anda.

Renungkan hal ini:
– Bagaimana dengan mengingat bahwa Tuhan lebih besar dari masalah Anda akan mengubah perspektif Anda di dalam situasi sulit yang tengah Anda hadapi?
– Apa artinya berdoa dengan penuh harap? Bagaimana tiga pertanyaan tentang Tuhan di atas membantu Anda dalam berdoa ?
– Apa respons yang sehat dan yang seturut dengan Kristus ketika Allah tidak menjawab doa-doa Anda atau ketika jawaban-Nya tidak sesuai dengan apa yang Anda harapkan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 14-15; II Korintus 6

Buktikan komitmen Anda untuk mengutamakan Tuhan lebih dahulu lebih dari segalanya, maka Tuhan juga akan membuktikannya kuasa-Nya pada Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Jangan Takut
    Yesaya 44:1-5
    “Janganlah takut hai hambaku Yakub …!” (Yes. 44:2) Ira berdiri terpaku di depan terowongan ular di taman bermain. Ia...
  • Sebuah Keistimewaan
    Matius 13:10-17
    “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.” (Mat. 13:11) Di Stasiun Tugu, Yogyakarta, ada...
  • Pembaruan
    Efesus 4:17-5:2
    Jangan hidup lagi seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia. (Ef. 4:17) Dulu boleh makan cumi,...
  • Pekerjaan Besar
    1 Tesalonika 4:1-8
    Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. (1Tes. 4:7) Pernahkah Saudara dipercaya untuk...
  • Berbuah Berlipat-Lipat
    Matius 13:1-9, 18-23
    “Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali...
Kegiatan