Berhati-Hati Mengarahkan Hati

Ulangan 4:15-20

Belum ada komentar 49 Views

“Hati-hatilah sekali ….” (Ul. 4:15)

Kita tahu, kuda delman atau andong mengenakan kacamata kuda. Kacamata kuda atau horse blinders berfungsi menutup mata kuda supaya kuda itu tidak dapat melihat ke samping dan ke belakang. Kuda jadi tidak mudah terpikat atau panik kepada hal-hal di samping atau di belakangnya. Kacamata kuda menjadi alat supaya kuda dapat diarahkan dengan baik.

Musa rindu umat Israel yang dipimpinnya taat dan setia kepada TUHAN saja. Nasihat Musa kepada umat Israel sangat jelas, “Hati-hatilah sekali … supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apa pun …” (ay. 15-16). Musa tahu, TUHAN yang telah menuntun umat keluar dari Mesir adalah Allah yang cemburu (Kel. 20:5; Ul. 5:9). TUHAN menghendaki umat-Nya untuk mengarahkan hati hanya kepada-Nya. Oleh karena itu, dalam realitas kehidupan yang akan dijalani umat, di tengah rupa-rupa tantangan dan godaan, umat diminta untuk berhati-hati dalam mengarahkan hati. Realitas kehidupan ini menyajikan banyak hal yang memikat dan menjerat. Jika tidak berhati-hati, maka tidak mustahil, umat pun akan terarah bukan kepada TUHAN, tetapi kepada yang lain-lain; kepada idola yang fana, yang menambah dosa.

Jadi, bagaimana caranya kita berhati-hati dalam mengarahkan hati? Kita sadar, kita perlu bimbingan Roh Kudus yang mengingatkan kita agar eling dan waspada dalam perjalanan hidup ini. Roh Kudus akan menerangi mata hati kita agar terarah kepada TUHAN. [Pdt. Hendri M. Sendjaja]

DOA:
Ya Allah, kiranya Roh Kudus-Mu selalu menerangi hidupku supaya aku berhati-hati dalam mengarahkan hatiku ini. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 106:1-6, 13-23, 47-48; Ul. 4:15-20; 1Ptr. 2:19-25
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...
  • Menceritakan Tuhan
    Mazmur 78:1-4, 12-16
    Tidak akan kami sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi akan kami ceritakan kepada generasi yang kemudian. (Mazmur 78:4) Topik apa...
  • YANG TERBESAR
    Matius 18:1-5
    Oleh sebab itu, siapa saja yang merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan...
  • Syukuri Masa Kini
    Bilangan 11:1-9
    Suatu ketika bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang kemalangan mereka. Mendengar itu menyalalah murka TUHAN. Lalu api TUHAN...