Berdamai dengan Allah dan Sesama

Luk. 15:1-3, 11-32

Belum ada komentar 103 Views

Apakah yang melegakan seseorang untuk dapat menikmati hidupnya? Dibebaskan dari rasa bersalah dan merasakan bahwa Allah memperkenankan dirinya. Rasa bersalah dapat mengrogoti kegembiraan dan keyakinan kita sebagai mahluk yang diperkenankan Allah. Rasa bersalah mendesak kita untuk menjauhi Allah dan juga sesama. Rasa bersalah justru dapat menyeret kita dalam tindakan jahat lainnya.

Allah tahu bahwa pengampunan adalah kebutuhan hidup manusia. Yesus pun mengajarkan kita berdoa, “ampunilah dosa kami seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami.” Pengampunan memberikan kita kemerdekaan untuk membuat keputusan terbaik di dalam hidup ini. Betapa rusaknya hidup yang tidak dapat membagikan pengampunan dengan kemurahan hati.

Kisah pengampunan dalam perumpamaan Yesus mengingatkan kita untuk menjadi si bungsu yang dengan rendah hati mengaku dosa di hadapan Allah maka Allah akan mengampuni dengan limpahan kasih-Nya. Namun jadilah pihak yang juga mau membagi pengampunan kepada orang lain. Jadilah anak sulung yang bersedia memaafkan bungsu dan ikut bergembira dalam kegembiraan Bapa. Marilah kita bagikan pengampunan Allah di dalam kehidupan yang sarat dengan kemarahan, kebencian, dan dendam ini.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Cinta-Nya
  • Yesus Bukan Ancaman
    Matius 2:13-23
    Tema ini sangat menimbulkan kegelisahan. Kegelisan ini perlu untuk menumbuhkan iman. Mengapa ada orang yang menganggap Yesus ancaman? Siapa...
  • TAAT
    “Owww … Tidak berintegritas”, seru seorang kawan saat melihat seorang pengendara menerobos lampu merah. Ia kemudian berkata, “Punya SIM...
  • tanda
    Buatlah Tanda
    Matius 11:2-11
    Apa yang di dalam meluap keluar. Kualitas sebuah pohon ditentukan dari apa yang terlihat, salah satunya bunga dan buahnya....
Kegiatan