Berdamai dengan Allah dan Sesama

Luk. 15:1-3, 11-32

Belum ada komentar 422 Views

Apakah yang melegakan seseorang untuk dapat menikmati hidupnya? Dibebaskan dari rasa bersalah dan merasakan bahwa Allah memperkenankan dirinya. Rasa bersalah dapat mengrogoti kegembiraan dan keyakinan kita sebagai mahluk yang diperkenankan Allah. Rasa bersalah mendesak kita untuk menjauhi Allah dan juga sesama. Rasa bersalah justru dapat menyeret kita dalam tindakan jahat lainnya.

Allah tahu bahwa pengampunan adalah kebutuhan hidup manusia. Yesus pun mengajarkan kita berdoa, “ampunilah dosa kami seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami.” Pengampunan memberikan kita kemerdekaan untuk membuat keputusan terbaik di dalam hidup ini. Betapa rusaknya hidup yang tidak dapat membagikan pengampunan dengan kemurahan hati.

Kisah pengampunan dalam perumpamaan Yesus mengingatkan kita untuk menjadi si bungsu yang dengan rendah hati mengaku dosa di hadapan Allah maka Allah akan mengampuni dengan limpahan kasih-Nya. Namun jadilah pihak yang juga mau membagi pengampunan kepada orang lain. Jadilah anak sulung yang bersedia memaafkan bungsu dan ikut bergembira dalam kegembiraan Bapa. Marilah kita bagikan pengampunan Allah di dalam kehidupan yang sarat dengan kemarahan, kebencian, dan dendam ini.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...
  • Hidup Dalam Dia, Cukuplah
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mzmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8,14-15,21-23
    Mengenal firman dan menghidupi firman menjadi cara kita hidup di dalam Dia. Hidup di dalam Dia bukan hanya ditandai...
  • Pemeliharaan Allah, Cukuplah
    Yosua 24:1-2,14-18; Mazmur 34:16-23; Efesus 6:10-20; Yohanes 6:56-69
    Berjalan bersama, mengalami bersama adalah cara kita membuktikan kasih penyertaan Tuhan dalam hidup. Peristiwa demi peristiwa baik di saat...