Berawal Dari Yang Sederhana

Markus 4:30-34

Belum ada komentar 676 Views

“Hal Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi ….” (Mrk. 4:31)

Suatu kali, saya mengikuti training mengenai etos kerja. Salah satu sesi training itu membahas mengenai “keuletan.” Setelah merenungkannya,sayakemudianmenyadaribahwadalamperjalanan hidup saya, orangtua saya telah mengajarkan keuletan sejak saya masih belia. Saat saya berhadapan dengan kesulitan, misalnya ketika mengerjakan pekerjaan rumah (PR) yang sulit, orangtua saya selalu mendorong saya untuk terus mencoba dan tidak menyerah. Ketika saya gagal, orangtua saya memotivasi saya untuk berlatih lebih banyak lagi dan lebih keras.

Didikan orangtua saya di masa kanak-kanak itu, mengingatkan saya akan makna perumpamaan biji sesawi ini. Biji sesawi adalah biji yang sangat kecil yang dikenal oleh masyarakat Yahudi di zaman Tuhan Yesus. Namun, biji sesawi yang kecil ini, ketika dirawat dengan baik, ia dapat bertumbuh menjadi pohon yang besar; sebegitu besarnya, sehingga burung-burung pun dapat bernaung pada cabang-cabangnya. Tuhan Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah seperti kebaikan-kebaikan kecil yang ditaburkan kepada sesama. Meski kebaikan itu tampak kecil dan tidak berarti, namun di mata Tuhan semuanya bermakna. Kebaikan yang ditabur, sekecil apa pun, tidak akan hilang sia-sia. Bahkan kebaikan tersebut akan menjadi berkat bagi banyak orang. Tuhan Yesus memanggil kita untuk menabur kebaikan, meskipun sederhana dan kecil seperti biji sesawi.

Tidak perlu menunggu menjadi pejabat atau kaya raya untuk melakukan hal yang baik. Mulai saja dengan hal yang sederhana, misalnya berbuat baik dengan bersikap ramah terhadap sesama. [Pdt. Eko Priliadona Susetyo]

REFLEKSI:
Keajaiban kadang berawal dari sebuah kebaikan yang sederhana.

Ayat Pendukung: Mzm. 65:8-13; Kej. 46:2—47:12; Mrk. 4:30-34
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...
  • Menceritakan Tuhan
    Mazmur 78:1-4, 12-16
    Tidak akan kami sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi akan kami ceritakan kepada generasi yang kemudian. (Mazmur 78:4) Topik apa...
  • YANG TERBESAR
    Matius 18:1-5
    Oleh sebab itu, siapa saja yang merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan...
  • Syukuri Masa Kini
    Bilangan 11:1-9
    Suatu ketika bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang kemalangan mereka. Mendengar itu menyalalah murka TUHAN. Lalu api TUHAN...