Berawal Dari Yang Sederhana

Markus 4:30-34

Belum ada komentar 674 Views

“Hal Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi ….” (Mrk. 4:31)

Suatu kali, saya mengikuti training mengenai etos kerja. Salah satu sesi training itu membahas mengenai “keuletan.” Setelah merenungkannya,sayakemudianmenyadaribahwadalamperjalanan hidup saya, orangtua saya telah mengajarkan keuletan sejak saya masih belia. Saat saya berhadapan dengan kesulitan, misalnya ketika mengerjakan pekerjaan rumah (PR) yang sulit, orangtua saya selalu mendorong saya untuk terus mencoba dan tidak menyerah. Ketika saya gagal, orangtua saya memotivasi saya untuk berlatih lebih banyak lagi dan lebih keras.

Didikan orangtua saya di masa kanak-kanak itu, mengingatkan saya akan makna perumpamaan biji sesawi ini. Biji sesawi adalah biji yang sangat kecil yang dikenal oleh masyarakat Yahudi di zaman Tuhan Yesus. Namun, biji sesawi yang kecil ini, ketika dirawat dengan baik, ia dapat bertumbuh menjadi pohon yang besar; sebegitu besarnya, sehingga burung-burung pun dapat bernaung pada cabang-cabangnya. Tuhan Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah seperti kebaikan-kebaikan kecil yang ditaburkan kepada sesama. Meski kebaikan itu tampak kecil dan tidak berarti, namun di mata Tuhan semuanya bermakna. Kebaikan yang ditabur, sekecil apa pun, tidak akan hilang sia-sia. Bahkan kebaikan tersebut akan menjadi berkat bagi banyak orang. Tuhan Yesus memanggil kita untuk menabur kebaikan, meskipun sederhana dan kecil seperti biji sesawi.

Tidak perlu menunggu menjadi pejabat atau kaya raya untuk melakukan hal yang baik. Mulai saja dengan hal yang sederhana, misalnya berbuat baik dengan bersikap ramah terhadap sesama. [Pdt. Eko Priliadona Susetyo]

REFLEKSI:
Keajaiban kadang berawal dari sebuah kebaikan yang sederhana.

Ayat Pendukung: Mzm. 65:8-13; Kej. 46:2—47:12; Mrk. 4:30-34
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • AMPUNILAH DIA!
    Lukas 17:1-4
    Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. (Lukas 17:3) Dalam kehidupan masyarakat...
  • Tak Tahu Harus Berbuat Apa
    2 Tawarikh 20:5-12
    “Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.” (2 Tawarikh 20:12b) Seorang manajer muda...
  • Jangan Aku Tertidur Dan Mati
    Mazmur 13
    Pandanglah dan jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati. (Mazmur 13:4) Jam...
  • Roh Kudus Yang Berkata-Kata
    Matius 10:5-23
    Sebab, bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. (Matius 10:20) Mungkin kita...
  • Tak Dilupakan Tuhan
    Kejadian 25:12-18
    Inilah keturunan Ismael, anak Abraham, yang telah dilahirkan baginya oleh Hagar, perempuan Mesir, hamba Sara. (Kejadian 25:12) Seorang anak...