Berawal Dari Yang Sederhana

Markus 4:30-34

Belum ada komentar 680 Views

“Hal Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi ….” (Mrk. 4:31)

Suatu kali, saya mengikuti training mengenai etos kerja. Salah satu sesi training itu membahas mengenai “keuletan.” Setelah merenungkannya,sayakemudianmenyadaribahwadalamperjalanan hidup saya, orangtua saya telah mengajarkan keuletan sejak saya masih belia. Saat saya berhadapan dengan kesulitan, misalnya ketika mengerjakan pekerjaan rumah (PR) yang sulit, orangtua saya selalu mendorong saya untuk terus mencoba dan tidak menyerah. Ketika saya gagal, orangtua saya memotivasi saya untuk berlatih lebih banyak lagi dan lebih keras.

Didikan orangtua saya di masa kanak-kanak itu, mengingatkan saya akan makna perumpamaan biji sesawi ini. Biji sesawi adalah biji yang sangat kecil yang dikenal oleh masyarakat Yahudi di zaman Tuhan Yesus. Namun, biji sesawi yang kecil ini, ketika dirawat dengan baik, ia dapat bertumbuh menjadi pohon yang besar; sebegitu besarnya, sehingga burung-burung pun dapat bernaung pada cabang-cabangnya. Tuhan Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah seperti kebaikan-kebaikan kecil yang ditaburkan kepada sesama. Meski kebaikan itu tampak kecil dan tidak berarti, namun di mata Tuhan semuanya bermakna. Kebaikan yang ditabur, sekecil apa pun, tidak akan hilang sia-sia. Bahkan kebaikan tersebut akan menjadi berkat bagi banyak orang. Tuhan Yesus memanggil kita untuk menabur kebaikan, meskipun sederhana dan kecil seperti biji sesawi.

Tidak perlu menunggu menjadi pejabat atau kaya raya untuk melakukan hal yang baik. Mulai saja dengan hal yang sederhana, misalnya berbuat baik dengan bersikap ramah terhadap sesama. [Pdt. Eko Priliadona Susetyo]

REFLEKSI:
Keajaiban kadang berawal dari sebuah kebaikan yang sederhana.

Ayat Pendukung: Mzm. 65:8-13; Kej. 46:2—47:12; Mrk. 4:30-34
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Tahu atau Kenal?
    Yohanes 5:39-47
    Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa melaluinya kamu memiliki hidup yang kekal. Walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi...
  • Memberitakan Kebesaran Allah
    Ulangan 32:1-14, 18
    Sebab, nama TUHAN akan kuserukan; beritakanlah kebesaran Allah kita! (Ulangan 32:3) Di dunia maya seperti yang kita alami saat...
  • Menjalani Yang Fana Sepenuh Makna
    Mazmur 90:1-6, 13-17
    Engkau menghanyutkan manusia dalam tidurnya, di pagi hari mereka seperti rumput yang akan binasa, di waktu pagi bersemi dan...
  • Mengalah Untuk Menang
    Matius 17:22-27
    “Tetapi supaya kita tidak membuat mereka gusar, pergilah memancing ke danau….” (Matius 17:27a) Dalam relasi antarmanusia, kadang dapat terjadi...
  • Iri Hati Pangkal Celaka
    Bilangan 12:1-9
    “Tidak demikian dengan hamba-Ku Musa, … Berhadapan muka Aku berbicara dengan dia, secara langsung, … dan ia memandang rupa...