kebenaran

Berani Menyatakan Kebenaran

Ester 7:1-10, 9:20-22; Mazmur 124; Yakobus 5:13-20; Markus 9:38-50

Belum ada komentar 756 Views

Yang lurus dapat menjadi bengkok, yang hitam dapat menjadi putih, dapat dengan mudah berganti karena kepentingan, dapat dengan mudah beralih karena keuntungan. Yang lemah dibungkamkan, yang benar disingkirkan agar yang kuat, berkuasa dan kejahatan merajalela. Korban-korban berjatuhan, dalam perjuangan menghadirkan kebenaran dan keadilan menjadi upaya menjaring angin, terasa begitu sia-sia dan tidak berarti untuk mengubah keadaan. Dalam kelelahan dan keputusasaan maka yang paling mudah dilakukan adalah bungkam, berdiam diri, menutup mata dan telinga. Yang terjadi, terjadilah, tak ada yang dapat mengubahnya selain Tuhan. Betapa menyedihkannya ketika perjuangan kita untuk menyatakan kebenaran telah berakhir karena perasaan tidak berdaya dan putus asa. Mengharapkan Tuhan turun dari langit sementara kita menanti dalam ketidakpedulian.

Ketidakadilan, kejahatan selalu ada dalam perjalanan hidup manusia tetapi hal itu tidak pernah menghentikan perjuangan tiap orang di zamannya untuk menyatakan kebenaran. Meneriakkan kebenaran, mencari jalan dalam kecerdikan agar kebusukan tercium, kejahatan terkalahkan. Di sana sini terjadi kemenangan tetapi juga kekalahan. Sekali lagi itu semua seharusnya tidak pernah menghentikan perjuangan kita untuk terus menyatakan kebenaran di sini, saat ini dalam hidup bersama. Membuka mata, telinga, berbicara agar perjuangan ini tidak lagi menjadi milik segelintir orang tetapi menjadi perjuangan bersama.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan