Belas Kasihan: Memberdayakan (Bukan Memanjakan)

Rut 2:1-23

Belum ada komentar 66 Views

Hidup itu 30% adalah realita/fakta dan 70% adalah respon kita atas realita/fakta tersebut. Artinya, yang menentukan hidup kita bukanlah realita yang kita hadapi, melainkan respon kita atas realita tersebut.

Hari ini kita belajar tentang kisah hidup Naomi dan Rut. Realita hidup yang mereka hadapi sungguh tidak mudah. Hal itu tercermin dari ungkapan Naomi: “….sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku” (Rut 1:20).

Puji Tuhan, Rut tidak merespon kepahitan hidupnya dengan sekedar mengeluh, melainkan berusaha memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan mengumpulkan bulir jelai yang tercecer, ketika musim panen tiba (Rut 2:2). Begitulah seharusnya kita merespon realita hidup yang tidak selamanya baik. Bekerjalah, lakukan sesuatu untuk menyelesaikan masalah hidup yang kita hadapi, jangan hanya mengeluh! Janganlah malu melakukan pekerjaan apapun yang halal, karena siapa tahu dari situ Tuhan akan menolong kita.

Namun sebuah respon yang baik kadang bisa dirusak justru oleh belas kasihan yang memanjakan. Semangat kerja bisa kendor karena belas kasihan yang tidak memberdayakan, melainkan memanjakan. Puji Tuhan, belas kasihan Boas bukanlah belas kasihan yang memanjakan. Ia tetap membiarkan Rut bekerja, namun kepada pegawainya ia berpesan untuk secara sengaja menjatuhkan beberapa bulir jelai bagi Rut.

Apa yang Boas lakukan ini mengajarkan kepada kita, untuk tetap berbelas kasihan namun tidak memanjakan. Kita yang diberkati haruslah menjadi berkat buat yang lain. Namun kita harus berhati-hati dengan belasan kasihan kita. Pilihlah bentuk belas kasihan yang tidak merusak melainkan memberdayakan. Ini juga bagian dari respon kita atas realita yang kita hadapi, yakni hadirnya seseorang untuk ditolong.

Semoga kisah Rut dan Boas ini menginspirasi kita! Amin! (RDJ)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Bertobatlah!
    Matius 3:1-12
    Adven adalah moment yang mengingatkan kita untuk menanti kedatangan Kristus Kembali. Ada beragam cara untuk memersiapkan diri. Namun semua...
  • Bersiaplah
    Matius 24: 36 – 44
    Tersembunyinya waktu dan tidak terduganya kedatangan Tuhan Yesus, menyebabkan orang percaya mengalami kesulitan dalam mempersiapkan diri. Kita sebagai orang...
  • Mencintai dalam kerapuhan
    Filipi 2:5-11
    “Rendah hati” merupakan kata kunci tulisan Rasul Paulus pada jemaat di gereja Filipi, nilai tersebut diikuti dengan contoh konkret...
  • MENGHADIRKAN ALLAH SANG CINTA
    1Yohanes 4:8-16 (10)
    Di dalam diri Tuhan Yesus, kita mengenal Allah dan kasih-Nya. Alih alih mengajar dan berbicara tentang kasih, Ia menghidupi...
  • Kehadiran Yang Setia
    Matius 5:13-16
    Setelah lebih dari 2 tahun dunia dilanda badai pandemik, semua sisi kehidupan mulai beradaptasi dan melakukan berbagai perubahan (adaptif...