ATENSI: Mendengarkan Seperti Tuhan

ATENSI: Mendengarkan Seperti Tuhan

Belum ada komentar 21 Views

MENDENGARKAN bukanlah sesuatu yang sederhana apalagi gampang. Banyak sekali kendalanya, baik dari luar maupun dan ter utama dari diri sendiri. Akibat terjadinya “tidak mendengarkan”, tidak dapat diduga. Baik itu dalam relasi, dalam keluarga, dalam persekutuan jemaat, maupun dalam pekerjaan, bahkan dalam kehidupan bersama Tuhan.

Syukur Allah kita adalah Tuhan yang sunguh-sungguh mendengarkan kita dan menghendaki kita mendengarkan-Nya, tidak dengan pasif serta fatalistik, melainkan dengan taat namun kreatif, sebagaimana nyata dari mukjizat yang dilakukan-Nya dalam perjamuan nikah di Kana.

Mukjizat dimulai dari Maria yang mendengarkan permasalahan yang dihadapi keluarga tuan rumah: anggur habis. Namun ia berhadapan dengan Tuhan dalam diri Kristus yang “tidak bisa dan tidak pernah boleh diatur oleh kehendak manusia”. Walau begitu ia dengan sabar dan taat menerima hal itu, sambil meminta para pelayan untuk menaati apapun yang akan dikatakan Yesus. Dan ternyata Tuhan bersedia mendengarkan bukan hanya Maria, tetapi permasalahan keluarga pengantin. Dan ketika semua bersedia “mendengarkan”, maka air menjadi anggur, bahkan anggur yang terbaik.

Bila Tuhan saja berkenan mendengarkan manusia, tidakkah kita mestinya setidaknya juga bersedia “mendengarkan”? Untuk itu kita perlu berefleksi dengan sungguh-sungguh, mengakui berbagai kelemahan kita dalam “mendengarkan”, serta berupaya mengatasi berbagai kendala untuk itu.

Mari belajar untuk mendengarkan orang lain: kekasih kita, keluarga kita, saudara-saudara kita seiman, sebangsa dan setanah-air, dalam terang mendengarkan Tuhan, dengan taat dan kreatif. Agar mukjizat terjadi: hidup kita menjadi anggur yang terbaik.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...
  • Pemberian
    Di Minggu ini, kita akan bersama diajak untuk merenungkan satu tema, yaitu Makna dalam Peristiwa Pemberian. Kisah percakapan antara...