anjing dan ludah

Antara Anjing dan Ludah

Belum ada komentar 76 Views

Bacaan Injil kita minggu ini menyajikan dua kisah penyembuhan; yang satu berisi penyembuhan Yesus atas anak seorang perempuan Siro-Fenisia yang kerasukan setan, yang lain berisi penyembuhan yang Yesus lakukan atas diri seorang tuli dan gagap dengan memakai ludah. Keduanya memiliki satu kesamaan yang menonjol, yaitu penekanan pada hal-hal yang tampak rendah dan hina, namun yang dipakai oleh Yesus sebagai tanda rahmat ilahi yang menyembuhkan.

Di dalam kisah yang pertama, Yesus dengan “kasar” menggambarkan perempuan itu bagaikan anjing yang menanti makanan sang tuan. Hanya saja kita perlu ingat Yesus memakai kata “kunariois” (dari kata “kunarion”) yang berarti anjing peliharaan yang cilik. Jadi, yang dimaksudkan bukanlah anjing pada umumnya, namun anjing peliharaan yang disayang oleh sang tuan. Itu sebabnya, anjing peliharaan itu menanti di meja tuannya. Singkatnya, Yesus tidak tengah menghina perempuan itu namun mengakui bahwa ia tidak berada di luar pemeliharaan Tuhan.

Di dalam kisah yang kedua, Yesus meludahi telinga tuli orang yang disembuhkannya. Tampak menjijikkan. Akan tetapi, banyak budaya yang menyadari bahwa ludah memang menyembuhkan. Dunia medis menemukan bahwa terdapat elemen histatin di dalam ludah yang memang bersifat antibakterial.

Anjing dan ludah adalah simbol kehinaan. Namun kedua menjadi tanda penyembuhan ilahi yang Yesus lakukan. Ketika kepedulian ilahi hadir, maka yang hina menjadi mulia; nothing menjadi something; nobody menjadi somebody.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan