Allah Peduli Kepada Umat-Nya

Allah Peduli Kepada Umat-Nya

Roma 8 : 26 - 30

1 Komentar 181 Views

Kurun waktu lebih 20 tahun menjadi Penginjil belum cukup membuat Charles Templeton memahami karakter Allah yang peduli dan kasih kepada manusia. Templeton kehilangan seluruh iman Kristianinya dan menjadi seorang agnostik. Kisahnya, berawal dari potret seorang wanita berkulit hitam di Afrika Utara, yang sedang menggendong jasad anak bayinya sambil menatap langit dengan tatapan kosong dan putus asa, seperti memohon hujan kepada Allah. Karena pada waktu itu mereka sedang mengalami kekeringan yang cukup hebat. Templeton memandang gambar dalam majalah life tersebut sambil berpikir, “mungkinkah kita percaya ada pencipta yang penuh kasih dan kepedulian, padahal yang dibutuhkan wanita itu hanya hujan?”.

Potret yang mengusik iman seharusnya membuat kita sadar bagaimana menjadi perpanjangan tangan Allah, bukan sebaliknya bertanya tentang keadilan Allah dan kepedulian Allah bagi manusia. Berbeda dengan Templeton, Rasul Paulus justru memberi peng harapan bagi orang percaya yang menderita bahwa Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia (ayat 28).

Penderitaan orang percaya bukan berarti ketidakpedulian Allah pada umat-Nya, tetapi sebuah megaphone Allah, agar kita mereflesikan diri untuk mencari kehendak Allah yang terbaik dalam penderitaan. Doa harus menjadi perjumpaan pribadi manusia dengan Allah. karena Roh berdoa untuk kita dan mengajarkan kita bagaimana seharusnya berdoa meskipun dalam kesulitan.
LS

1 Comment

  1. bibit sudibyo

    Perjumpaan Sang Khalik dgn manusia melalui DOA, apakah harus selalu kita yakini bhw BELIAU mendengar dan peduli? attau kitta hrs bertanya dahulu apakah kita sdh benar berperilaku benar dihadapanNYA? terima kasih untuk pedulinya ini ……

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...
  • Iman Menembus Batas Ketakutan
    Markus 5:21-43
    Perikop ini berisi dua kisah yang dijalin bersamaan. Kisah pertama tentang Yairus, seorang kepala rumah ibadat, yang meminta Yesus...