allah orang

ALLAH ORANG HIDUP

Lukas. 20:27-38

Belum ada komentar 186 Views

Orang-orang Saduki yang tidak percaya pada kehidupan setelah kematian, datang kepada Yesus dengan menyodorkan sebuah kasus imajiner yang ekstrim tentang seorang perempuan yang menikah tujuh kali, tetapi ia tetap tidak memiliki anak. Lalu siapakah suami sah dari perempuan itu saat kebangkitan orang mati ? (ay.27-33)

Bagi orang-orang Saduki, Allah orang yang hidup dipahami hanya terjadi dalam kehidupan di dunia ini saja. Setelah manusia mati, ia tidak akan menemukan kehidupan sorgawi. Sedang bagi Yesus, Allah orang yang hidup dinyatakan dalam kehidupan di masa kini maupun dalam kehidupan setelah kematian. Itulah sebabnya Allah orang yang hidup memperkenalkan nama-Nya kepada Musa sebagai: Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub. Walaupun para bapa leluhur Israel tersebut telah wafat, mereka diperkenankan hidup abadi dalam persekutuan dengan Allah, sebab selama kehidupan mereka di dunia, mereka telah menghadirkan tanda-tanda keselamatan dan menjadi saluran berkat Allah bagi banyak orang.

Kristus telah melewati kematian yang ditakuti oleh banyak orang, pengalaman ini mau menunjukkan kepada umat yang percaya kepada-Nya bahwa Allah adalah Allah orang yang hidup, baik pada saat kehidupan ini maupun pada saat kematiannya. Karena itu hidup saat ini adalah masa untuk hidup bersama dengan Allah yang hidup dengan melakukan segala yang sudah diajarkan oleh Tuhan Yesus selama di dunia ini. Karena Allah adalah Allah yang hidup baik pada saat kita di dunia ini maupun setelah meninggalkan dunia ini, maka kita dipanggil untuk menghayati setiap saat dalam hidup kita sebagai benih keabadian, dengan demikian segala sesuatu yang kita hidupi di dunia ini tidak akan sia-sia.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan