ALLAH Melawat Umatnya

Lukas 1:68-79

Belum ada komentar 605 Views

“Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya ….” (Luk. 1:68)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata melawat berarti datang menjenguk atau mengunjungi. Ketika melawat, orang yang melawat menyatakan kehadirannya yang bersahabat bagi orang yang dilawatnya.

Saat Yohanes Pembaptis lahir, Zakaria menyampaikan kata-kata nubuat tentang tugas dan tanggung jawab Yohanes Pembaptis. Kata Zakaria, “Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa- dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita” (Luk. 1:76-78). Dari kata- kata Zakaria ini, kita menjadi tahu bahwa Yohanes Pembaptis adalah persiapan bagi Allah untuk datang melawat umat-Nya. Kehadiran Yohanes Pembaptis adalah bagian dari rencana Allah untuk pembebasan umat-Nya, Israel, yang pada saat itu berada dalam kekuasaan pemerintah Roma.

Ketika mengalami hilang harapan karena pergumulan yang berat, firman Allah menghibur kita bahwa Allah melawat umat-Nya. Allah hadir di tengah kehidupan kita, menjadi sahabat yang sedia mendengarkan dan menguatkan kita. Ia ingin agar kita tetap berpengharapan dan tabah melangkah dalam menghadapi pergumulan. Oleh karena lawatan-Nya, pada saatnya kita mampu memuji Dia. [Pdt. Hendri M. Sendjaja]

REFLEKSI:
Pengharapan menjadi kuat ketika kita tahu bahwa Allah melawat kita.

Ayat Pendukung: Luk. 1:68-79; Yer. 22:18-30; Luk. 18:15-17
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Kasih Karunia Yang Menobatkan
    Yehezkiel 33:10-16
    Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup,… Aku tidak berkenan pada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan pada pertobatan...
  • Seruan dan Penyelamatan
    Mazmur 130
    Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan, TUHAN, siapakah yang dapat bertahan? (Mazmur 130:3) Dahulu ada seorang pria yang dikenal...
  • BUKTI IMAN
    Matius 9:27-34
    Yesus pun menyentuh mata mereka sambil berkata, “Jadilah kepadamu seperti yang kamu percayai’.’ (Matius 9:29) Apakah iman membutuhkan bukti?...
  • Diam: Tanda Ketidakpedulian!
    Yesaya 42:14-21
    Banyak yang kaulihat, tetapi tidak kauperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar. (Yesaya 42:20) Diam itu emas? Broery Marantika...
  • ACTION: Bukti Keluasan Hati
    Mazmur 146
    TUHAN menjaga para pendatang, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik digagalkan-Nya. (Mazmur 146:9) Membaca kesaksian...