Allah Bersama Yang Remuk Dan Rendah Hati

Yesaya 57:14-21

Belum ada komentar 72 Views

‘Aku bersemayam di tempat tinggi dan kudus tetapijuga bersama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang yang rendah hati dan menghidupkan hati yang remuk redam. (Yesaya 57:15)

Suara klakson bersahut-sahutan memecah pagi. Asap kendaraan bercampur debu jalanan menyesakkan napas. Kesibukan kota seakan-akan menelan seluruh energi dan pikiran. Di tengah hiruk-pikuk ini, hati terasa sesak. Beban pekerjaan, tuntutan hidup, dan masalah yang tak kunjung usai membuat jiwa terasa lelah. Kerinduan akan ketenangan dan kedamaian semakin menguat di tengah riuhnya kehidupan. Rasanya ingin menjauh dari semua ini, mencari tempat untuk bernapas lega dan menemukan kembali arti ketenangan serta kedamaian sejati.

Allah Yang Mahatinggi dan Mahakudus hadir bukan hanya di tempat yang tinggi dan kudus, tetapi juga bersama orang yang remuk dan rendah hati. la bersemayam di tengah-tengah mereka yang jiwanya hancur, yang hatinya terluka oleh beban hidup. Perhatikanlah kabar baik yang luar biasa ini! Di tengah keputusasaan dan kelelahan, Allah hadir memberikan penghiburan dan pemulihan. la rindu menghidupkan semangat yang patah dan menyembuhkan hati yang terluka. Ketenangan dan kedamaian sejati bukanlah tentang melarikan diri dari realitas, melainkan tentang menemukan Allah di tengah-tengah kesulitan hidup.

Maka, biarkanlah Allah menyentuh dan memulihkan jiwa kita yang lelah. Di dalam hadirat-Nya, kita akan menemukan kedamaian dan kekuatan baru untuk menghadapi setiap tantangan hidup. Ingatlah, Allah Yang Mahatinggi dan Mahakudus itu dekat dengan mereka yang remuk dan rendah hati. [Pdt. Essy Eisen]

REFLEKSI:
Apakah hatiku sudah menjadi tempat persemayaman Allah yang menguatkan semangatku?

Ayat Pendukung: Yes. 57:14-21; Mzm. 119:65-72; Luk. 14:15-24
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Syukuri Masa Kini
    Bilangan 11:1-9
    Suatu ketika bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang kemalangan mereka. Mendengar itu menyalalah murka TUHAN. Lalu api TUHAN...
  • Mencintai Taurat
    Mazmur 119:97-104
    Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. (Mazmur 119:97) Di jalanan, banyak orang tidak peduli pada aturan atau tata...
  • Iri Hati
    Matius 20:1-16
    “Tidakkah aku boleh mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” (Matius 20:15) Iri...
  • Muliakan Tuhan Dengan Kekayaan
    Matius 19:23-30
    “Sekaii lagi Aku berkata kepadamu: Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan...
  • Berhenti Bersungut
    Keluaran 16:1-21
    Di padang gurun itu segenap umat Israel bersungut-sungut kepada Musa dan Harun. (Keluaran 16:2) Seorang ibu mengalami depresi akibat...