Allah Berkenan dan Merahmati Kita!

Yesaya 61: 1-4, 8-11

Belum ada komentar 154 Views

Jika kita membaca Yesaya 61:1-4, dengan cepat kita akan mengingat ucapan Yesus di dalam Lukas 4:18-19. Ternyata, Yesus mengutip teks Nabi Yesaya ini. Bukan hanya mengutip, Yesus pun secara sengaja memotong kutipan tersebut dan berhenti pada frasa ini: “untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Padahal, di dalam teks Yesaya, frasa tersebut dilanjutkan dengan frasa berikutnya: “dan hari pembalasan Allah kita.” Sungguh menarik bahwa Yesus berhenti pada “tahun rahmat” dan tidak melanjutkannya dengan “hari pembalasan.” Bukan hanya itu, Injil Lukas melanjutkannya dengan sangat dramatis, “Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: ‘Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya’” (Luk. 4:20-21).

Di dalam Yesus Kristus, rahmat dan perkenan Allah itu digenapi! Di dalam Yesus Kristus, Allah seolah ingin berkata, “Aku tak akan membalas dosa dan kejahatanmu. Aku mengampuni dan memulihkanmu.” Kata ”rahmat” di sini memakai kata Ibrani ratsown (Yes. 61:2) dan kata Yunani dektos (Luk. 4:19), yang secara harfiah berarti perkenanan, kesukaan, dan penerimaan. Di dalam Yesus Kristus, Allah berkenan dan dengan suka hati menerima manusia berdosa, sebab Ia melihat Sang Anak yang dikasihi-Nya. Dan itulah dimensi lain dari Advent … Dia yang kita nantikan akan menginterupsi penghakiman Allah dan menampilkan rahmat dan perkenanan Allah kepada kita semua.

Maka, mari hidup dalam ”tahun rahmat“ itu; mari hidup di dalam Sang Anak, yang kedatangan-Nya kita nantikan, yang di dalam-Nya seluruh perkenanan Allah berlaku bagi kita. Amin.

ja

#pemulihan dinyatakan #menabur air mata, menuai sorak sorai #HidupDalamPemulihan
Yesaya 61:1-4, 8-11; Mazmur 126; 1 Tesalonika 5:16-24; Yohanes 1:6-8, 19-28

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yang jauh menjadi dekat
    Surat Filemon ini adalah hadiah buat Gereja di sepanjang abad dan tempat. Jadi bukan hanya surat pribadi dari seorang...
  • Dibutakan Untuk Melihat
    Kisah Para Rasul 9:1-18
    Saulus tiba-tiba tidak dapat melihat, matanya buta. Apa penyebabnya? Dalam Kisah Para Rasul 22:11, Rasul Paulus menceritakan bahwa suatu...
  • Kasih Yang Melampaui Aturan
    Suatu siang terjadi percakapan antara seorang Ibu pedagang gado-gado dan seorang Ibu pembeli gado-gado di sebuah warung. Tukang gado-gado...
  • Keteguhan Hati
    Pernahkah saudara merasa Tuhan tidak mau menjawab doa-doa saudara? Saudara memohon pertolongan Tuhan untuk menyembuhkan seseorang yang sakit atau...
  • Jerih Payah Yang Tidak Sia-sia
    Wahyu 14:12-13
    Kata jerih payah artinya berupaya dengan sungguh-sungguh untuk sesuatu hasil yang maksimal. Rasul Yohanes menggunakan kata jerih Lelah dalam...