segala sesuatu baru

Aku menjadikan segala sesuatu baru

Wahyu 21:1-6

Belum ada komentar 349 Views

Allah menjadikan segala sesuatu baru? Bagaimana caranya? Wah…tentu kita akan diangkat dan diberi tempat baru yang nyaman. Entah apa namanya… Sorgakah? Firdauskah? Pendek kata tempat dimana aku bisa ‘melarikan diri’ dari dunia yang penuh dengan derita dan dosa ini… Begitukah?

Ternyata tidak! Justru Allah itu mendatangi kita. Ia diam di antara kita dan di situlah Allah membaharui segala sesuatu! (Wahyu 21:3). Bukankah sejak awal Alkitab selalu menyaksikan bagaimana Allah menyertai umatNya dalam menjalani hidup ini (bukan melarikan umatNya). Ketika Israel di padang gurun, Allah hadir dalam tiang awan dan tiang api. Ia juga hadir melalui para nabi. Lalu dalam Yesus, Allah hadir sebagai sang Imanuel, Allah di tengah umatNya. Lalu Allah juga hadir melalui Roh Kudus di hati kita.

Karena itu, alih-alih melarikan diri dari kegelapan hidup ini, hadapilah kegelapan itu bersama Allah. Dalam karya bersamaNya, kita akan dimampukan menghadapi berbagai masalah kehidupan ini. Lalu sebagai gerejaNya, kita juga dipanggil untuk membaharui segala sesuatu. Allah berkenan untuk berkarya melalui kita untuk menyatakan kuasa pembaharuanNya.

Barsediakah kita?

RDJ

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan