berdosa

Aku lah yang paling berdosa

I Timotius 1: 12-17

Belum ada komentar 73 Views

Baru-baru ini banyak orang dikejutkan oleh berita media sosial yang mengungkap tentang seorang sarjana S2 dari perguruan tinggi negeri yang terkenal, kedapatan bunuh diri dengan menggantung diri. Tindakan seperti ini adalah puncak dari suatu penolakan diri. Ketika seseorang merasa tidak lagi berguna, atau mungkin juga kuatir jika orang lain mengetahui siapa dirinya sebenarnya, maka mereka tidak akan dapat mencintai atau bersahabat dengannya. Sikap seperti ini sering dianggap sebagai bentuk dari kerendahan hati. Padahal sikap rendah hati bertolak belakang dengan sikap rendah diri atau penolakan diri.

Hal penting ini lah yang mau ditunjukkan oleh Rasul Paulus ketika ia mengatakan: “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, “ dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. (ay.15). Dengan pernyataan ini rasul Paulus memberikan contoh bahwa ia sama sekali tidak menolak atau merendahkan dirinya, melainkan justru merasa betapa berharganya diri dan kehidupannya di hadapan Allah, sehingga keberadaannya sebagai orang yang paling berdosa merupakan contoh bagi banyak orang lain yang juga hidup dalam dosa agar kembali kepada Tuhan dan hidup dari anugerah-Nya semata.

Melalui pernyataannya itu sekaligus, rasul Paulus mengingatkan kepada kita semua untuk menyadari bahwa semua kita adalah orang berdosa yang mempunyai banyak kekurangan dan kelemahan, namun melalui anugerah keselamatan yang diberikan oleh Tuhan Yesus, kita semua patut bersyukur dan karena itu sudah seharusnya menjalankan kehidupan ini bukan dengan merendahkan diri atau menolak diri kita, melainkan menghargai kehidupan yang baru yang Tuhan berikan kepada kita dan melaluinya ada banyak hal bermanfaat yang dapat dilakukan selama kita diberi anugerah kehidupan oleh Tuhan.

TT

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Belalah Hakku!
    Hak dan kewajiban selalu menjadi satu rangkaian tak terpisahkan. Katakanlah anak memiliki hak untuk dididik dengan baik, pada saat...
  • Ruang
    Rangkullah dan Beri Ruang!
    Seorang teman berujar bahwa dunia ini semakin sempit. Sumber daya terbatas, pekerjaan terbatas, dan semua serba terbatas. Perkataannya itu...
  • Tanpa Pamrih
    Aksi Cinta Tanpa Pamrih
    Mungkinkah ada cinta tanpa pamrih? Beberapa orang mengatakan bahwa cinta yang tulus adalah cinta tanpa pamrih. Sebagian lainnya mengatakan...
  • Rasa cukup
    Rasa Cukup Dan Hidup Yang Kekal
    Amos 6:1, 4-7; Mazmur 146; I Timotius 6: 6-19; Lukas 16: 19-31
    Tidak ada yang menyangkal bahwa setiap manusia hanya memiliki kehidupan yang sementara di dunia ini, karena suatu ketika ia...
  • keselamatan
    Keselamatan Universal atau Partikular ?
    I Timotius 2: 1-7
    Keselamatan bagi semua orang terjadi ketika manusia Kristus Yesus menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia (ay.6). Rasul Paulus...
Kegiatan