Tanpa Pamrih

Aksi Cinta Tanpa Pamrih

Belum ada komentar 134 Views

Mungkinkah ada cinta tanpa pamrih? Beberapa orang mengatakan bahwa cinta yang tulus adalah cinta tanpa pamrih. Sebagian lainnya mengatakan tidak mungkin, karena cinta itu perlu dibalas karena ada saat mencintai dan ada pula saat ingin dicinta.

Benar, ingin dicinta bukanlah sebuah hal yang keliru dan jahat. Setiap orang mendambakan cinta. Keinginan yang sangat manusiawi. Bahkan beberapa kalangan terpelajar meyakini bahwa kemampuan mencintai justru hadir karena pengalaman dicintai. Teori mimesis (meniru) adalah teori yang logis dan realistis. Mengapa? Karena kemampuan mencintai pertama-tama lahir dalam keluarga. Ketika kebutuhan cinta dalam diri seseorang di masa kanak-kanaknya tercukupi, ia akan mampu meluapkan cintanya pada orang di sekitarnya saat masuk ke dalam komunitas masyarakat yang lebih luas. Sebaliknya tatkala rasa dicintai itu hilang, output seseorang pada sesamanya juga jauh dari membagi cinta.

Dalam bacaan kita disebutkan bahwa 10 orang kusta itu dicintai Allah melalui karya penyembuhan Yesus. Rasa cinta seorang kusta yang kembali adalah wujud syukur yang diungkapkan dan wujud cinta dalam hormat pada Yesus sebagai bentuk mimesis dari karya cinta penyembuhan. Kemana 9 orang yang lain? Mereka tidak kembali. Benar bahwa Yesus bertanya padanya apakah tidak ada yang memuliakan Allah dalam penyembuhan? Saat itu memang tidak, tapi aksi cinta Yesus yang tanpa pamrih menyembuhkan kesembilan kusta lainnya akan melekat dalam hati mereka. Suatu saat kelak mereka pasti mengerti betapa ia dicintai oleh Allah dan mereka akan memuliakannya.

Dalam keluarga, mari mencinta tanpa pamrih. Cinta yang kita tabur itu akan membangun kepribadian Kristus bagi seluruh anggota keluarga kita. Memang tuaiannya mungkin tidak kita rasakan, bisa jadi orang lain yang merasakan, tapi kita mencinta karena kita telah dicintai oleh Bapa melalui Yesus Kristus dan penyertaan Roh Kudus

BA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Minggu Palem
    Mazmur 118:1-2, 19-29; Matius 21:1-11
    Saya membayangkan saya dan keluarga saya membawa kain dan pakaian terbaik kami saat diumumkan bahwa Yesus akan melewati GKI...
  • #MenangislahYesus
    Yehezkiel 37:1-14; Mazmur 130; Roma 8:6-11; Yohanes 11:1-45
    Apakah di tahun ini, Saudara kehilangan orang yang Saudara kasihi? Kematian adalah bagian dari kefanaan hidup kita dan ketika...
  • Tuhan melihat hati
    1 Samuel 16:1-13; Mazmur 23; Efesus 5:8-14; Yohanes 9:1-41
    Apa dasar dari pemilihan yang anda lakukan? Setiap pilihan dibuat berdasarkan pertimbangan, apa pun pertimbangan itu. Pertimbangan akan memperhitungkan...
  • #DariPersinggahan KePersinggahan
    Keluaran 17:1-7; Mazmur 95; Roma 5:1-11; Yohanes 4:5-42
    Pernahkah anda mengalami perpindahan domisili dari satu daerah ke daerah lain? Perpindahan dapat memberikan perasaan gembira namun sekaligus bingung,...
  • Engkau Akan Menjadi Berkat
    Kej. 12:1-4, Maz. 121, Rom. 4:1-5, 13-17, Yoh. 3:1-17
    Kita amat terbiasa dengan kenyamanan yang kita miliki. Kehilangan kenyamanan biasanya menimbulkan reaksi protes dan mempertahankan diri. Kecenderungan kenyamanan...
Kegiatan