Tanpa Pamrih

Aksi Cinta Tanpa Pamrih

Belum ada komentar 164 Views

Mungkinkah ada cinta tanpa pamrih? Beberapa orang mengatakan bahwa cinta yang tulus adalah cinta tanpa pamrih. Sebagian lainnya mengatakan tidak mungkin, karena cinta itu perlu dibalas karena ada saat mencintai dan ada pula saat ingin dicinta.

Benar, ingin dicinta bukanlah sebuah hal yang keliru dan jahat. Setiap orang mendambakan cinta. Keinginan yang sangat manusiawi. Bahkan beberapa kalangan terpelajar meyakini bahwa kemampuan mencintai justru hadir karena pengalaman dicintai. Teori mimesis (meniru) adalah teori yang logis dan realistis. Mengapa? Karena kemampuan mencintai pertama-tama lahir dalam keluarga. Ketika kebutuhan cinta dalam diri seseorang di masa kanak-kanaknya tercukupi, ia akan mampu meluapkan cintanya pada orang di sekitarnya saat masuk ke dalam komunitas masyarakat yang lebih luas. Sebaliknya tatkala rasa dicintai itu hilang, output seseorang pada sesamanya juga jauh dari membagi cinta.

Dalam bacaan kita disebutkan bahwa 10 orang kusta itu dicintai Allah melalui karya penyembuhan Yesus. Rasa cinta seorang kusta yang kembali adalah wujud syukur yang diungkapkan dan wujud cinta dalam hormat pada Yesus sebagai bentuk mimesis dari karya cinta penyembuhan. Kemana 9 orang yang lain? Mereka tidak kembali. Benar bahwa Yesus bertanya padanya apakah tidak ada yang memuliakan Allah dalam penyembuhan? Saat itu memang tidak, tapi aksi cinta Yesus yang tanpa pamrih menyembuhkan kesembilan kusta lainnya akan melekat dalam hati mereka. Suatu saat kelak mereka pasti mengerti betapa ia dicintai oleh Allah dan mereka akan memuliakannya.

Dalam keluarga, mari mencinta tanpa pamrih. Cinta yang kita tabur itu akan membangun kepribadian Kristus bagi seluruh anggota keluarga kita. Memang tuaiannya mungkin tidak kita rasakan, bisa jadi orang lain yang merasakan, tapi kita mencinta karena kita telah dicintai oleh Bapa melalui Yesus Kristus dan penyertaan Roh Kudus

BA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Schooling Fish
    Yesaya 45:1-7; Mazmur 96:1-9; 1 Tesalonika 1:1-10; Matius 22:15-22
    Bayangkan saja kalau kita menjadi seekor ikan kecil. Kalau saja kita diberikan pilihan untuk hidup di akuarium atau di...
  • Rasa Haus
    Air menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan. Banyak hal membutuhkan air. Mulai dari tubuh manusia sebagian besar terdiri...
  • Apa yang kita letakkan pertama?
    Yesaya 5:1-7; Mazmur 80:8-16; Filipi 3:4-14; Matius 21:33-46
    “Selalu ada yang pertama untuk segalanya.” Apa anda pernah mendengar kalimat tersebut? Ya, sebagian besar dari kita tentu akan...
  • Hidup Dalam Keramahan Dan Cinta
    Yehezkiel 18: 1-4, 25-32 Mazmur 25: 1-9 Filipi 2: 1-13. Matius 21: 23-32
    Perubahan ke arah yang lebih baik adalah dambaan semua orang. Saya yakin dan percaya bahwa semua orang, tanpa kecuali...
  • Yang Terdahulu Dan Yang Terkemudian
    Yunus 3:10 ‐ 4:11. Mazmur 145: 1‐8. Filipi 1: 21‐30. Matius 20: 1‐16
    Siapakah orang jahat menurut kita? Para perampok, perusuh, pembunuh, koruptor, perusak alam, penyiksa binatang, dan pelaku kejahatan lainnya. Ya...
Kegiatan