Tanpa Pamrih

Aksi Cinta Tanpa Pamrih

Belum ada komentar 191 Views

Mungkinkah ada cinta tanpa pamrih? Beberapa orang mengatakan bahwa cinta yang tulus adalah cinta tanpa pamrih. Sebagian lainnya mengatakan tidak mungkin, karena cinta itu perlu dibalas karena ada saat mencintai dan ada pula saat ingin dicinta.

Benar, ingin dicinta bukanlah sebuah hal yang keliru dan jahat. Setiap orang mendambakan cinta. Keinginan yang sangat manusiawi. Bahkan beberapa kalangan terpelajar meyakini bahwa kemampuan mencintai justru hadir karena pengalaman dicintai. Teori mimesis (meniru) adalah teori yang logis dan realistis. Mengapa? Karena kemampuan mencintai pertama-tama lahir dalam keluarga. Ketika kebutuhan cinta dalam diri seseorang di masa kanak-kanaknya tercukupi, ia akan mampu meluapkan cintanya pada orang di sekitarnya saat masuk ke dalam komunitas masyarakat yang lebih luas. Sebaliknya tatkala rasa dicintai itu hilang, output seseorang pada sesamanya juga jauh dari membagi cinta.

Dalam bacaan kita disebutkan bahwa 10 orang kusta itu dicintai Allah melalui karya penyembuhan Yesus. Rasa cinta seorang kusta yang kembali adalah wujud syukur yang diungkapkan dan wujud cinta dalam hormat pada Yesus sebagai bentuk mimesis dari karya cinta penyembuhan. Kemana 9 orang yang lain? Mereka tidak kembali. Benar bahwa Yesus bertanya padanya apakah tidak ada yang memuliakan Allah dalam penyembuhan? Saat itu memang tidak, tapi aksi cinta Yesus yang tanpa pamrih menyembuhkan kesembilan kusta lainnya akan melekat dalam hati mereka. Suatu saat kelak mereka pasti mengerti betapa ia dicintai oleh Allah dan mereka akan memuliakannya.

Dalam keluarga, mari mencinta tanpa pamrih. Cinta yang kita tabur itu akan membangun kepribadian Kristus bagi seluruh anggota keluarga kita. Memang tuaiannya mungkin tidak kita rasakan, bisa jadi orang lain yang merasakan, tapi kita mencinta karena kita telah dicintai oleh Bapa melalui Yesus Kristus dan penyertaan Roh Kudus

BA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Bebaskan Aku Dari Yang Tidak Kusadari
    Bilangan 11:4-6,10-16,24-29
    Kesadaran adalah hal yang biasa kita dengar. Namun biasa didengar bukan berarti mudah untuk dilakukan. Kerapkali dalam melakukan hal...
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...
  • Hidup Dalam Dia, Cukuplah
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mzmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8,14-15,21-23
    Mengenal firman dan menghidupi firman menjadi cara kita hidup di dalam Dia. Hidup di dalam Dia bukan hanya ditandai...