Memperjuangkan  Kehidupan Sejati

Memperjuangkan Kehidupan Sejati

Belum ada komentar 19 Views

Jemaat Sardis adalah sebuah jemaat dengan tiga kategori warga yang berbeda watak. Kelompok pertama, yang mayoritas jumlahnya, adalah warga jemaat yang “dikatakan hidup, padahal … mati” (ay. 1). Kekristenan bagi kelompok ini tidak menuntun mereka kepada kehidupan, sebab kekristenan hanya terbatas pada tampilan-tampilan lahiriah yang tidak memiliki kedalaman sama sekali. Kategori kedua adalah mereka yang “sudah hampir mati” (ay. 2), yaitu orang-orang yang terancam menjadi seperti kelompok yang pertama. Jika dibiarkan, tanpa dipulihkan, mereka sungguh-sungguh akan kehilangan kehidupan iman yang sesungguhnya. Kelompok ini masih bisa diselamatkan, namun harus sungguh dengan proses pendampingan yang serius. Kelompok atau kategori ketiga adalah mereka “yang tidak mencemarkan pakaiannya” (ay. 4), yang berusaha sekuat tenaga bertahan hidup secara imani di tengah tumpukan kematian spiritual di sekitar mereka.

Cara membaca surat kepada jemaat Sardis semacam ini membantu kita untuk berkaca: Termasuk kelompok manakah aku? Termasuk kategori yang manakah GKI Pondok Indah secara keseluruhan? Berhati-hatilah! Sebab, apa yang tampaknya hidup ternyata sangat mungkin tidak benar-benar hidup. Apa yang tampaknya tidak popular ternyata dipuji Allah. Apa yang tampaknya tak tertolong lagi, ternyata masih dapat diselamatkan. Yang pasti, situasi semacam Sardis semustinya membawa kita kepada sebuah kesadaran yang gamblang, yaitu bahwa hidup spiritual selalu berada di titik kritis dan mendesak. Kritis, sebab yang dipertaruhkan adalah soal hidup dan mati. Mendesak, sebab jika bersantai saja, tanpa disadari kita bisa saja telah mati secara spiritual.

JA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...
  • MENGAMPUNI TANPA KENDALI
    Matius18:21-35
    “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Sebuah pertanyaan...