Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” (Matius 16:15)
Saat ini, media sosial telah menjadi salah satu sumber informasi yang cepat, murah, dan mudah diakses. Hal ini memungkinkan penyebaran berita terkini secara instan. Media sosial juga mampu membentuk opini serta menyebarkan pengaruh yang luas. Ironisnya, masyarakat yang akrab dengan jejaring media sosial sering kali tidak membekali diri dengan literasi digital yang memadai. Akibatnya, banyak orang mudah termakan berita bohong.
Yesus menyadari bahwa opini publik yang berkembang dalam masyarakat Yahudi memiliki pengaruh yang kuat terhadap persepsi para murid dalam memahami diri-Nya. Oleh karena itu, dalam suatu dialog, Yesus memulai dengan pertanyaan, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Muncullah berbagai pendapat, ada yang mengatakan Yohanes Pembaptis, Elia, Yeremia, atau salah seorang dari para nabi. Namun, Yesus tidak berhenti pada jawaban tersebut. la kembali bertanya, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Simon Petrus menjawab, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
Iman yang benar berawal dari relasi yang baik dengan Tuhan. Relasi tersebut tidak dibangun berdasarkan opini instan yang bertebaran di media sosial, melainkan melalui kesediaan untuk dibentuk oleh Tuhan dan hidup dalam persekutuan yang benar. Pengakuan akan Yesus sebagai Mesias bukanlah sesuatu yang instan, melainkan hasil dari kedisiplinan untuk terus belajar, mendengar, dan melakukan kehendak-Nya.
DOA:
Ya Tuhan, terima kasih karena Engkau tak melupakan kami. Teguhkan kami agar tetap berharap kepada-Mu. Amin.
Ayat Pendukung: Yes. 51:1-6; Mzm. 138; Rm. 12:1-8; Mat. 16:13-20
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.




Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.