Merdeka Dari Jurang Yang Dalam

Mazmur 130

Belum ada komentar 34 Views

Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan banyak sekali pembebasan dilakukan-Nya. (Mazmur 130:7)

Titik nadir terdalam kehidupan adalah suatu kondisi yang menggambarkan kehancuran, ketika berbagai persoalan datang bertubi-tubi, menimbulkan rasa sakit yang begitu mendalam. Dalam situasi seperti ini, apa yang dapat kita lakukan? Ya, berseru kepada Tuhan. Ketika kita berseru kepada-Nya dari kedalaman, Dia pasti mendengarkan. Corrie ten Boom menuliskan dalam bukunya, The Hiding Place, tentang pengalaman hidupnya yang mencekam ketika ia dikirim ke kamp konsentrasi Nazi pada masa Perang Dunia II, karena menyembunyikan orang-orang Yahudi di rumahnya. Ia menyatakan imannya melalui kalimat yang indah, “Tidak ada jurang yang begitu dalam, sehingga kasih Tuhan tidak lebih dalam lagi.”

Dalam situasi terendah, pemazmur pun mengajak umat Israel untuk berseru kepada TUHAN. Sejarah juga mencatat bahwa seperti bangsa Israel yang mengalami penindasan, bangsa kita pun pernah berada dalam “jurang” penjajahan. Perjuangan tanpa kenal lelah yang disertai doa yang tidak pernah berhenti, akhirnya berbuah manis: kemerdekaan. Namun, benarkah kita sudah sungguh-sungguh merdeka?

Jika kita jujur dan membuka mata lebar-lebar, masih banyak orang yang hidup dalam “jurang” penderitaan. Oleh karena itu, pengalaman iman—baik secara pribadi maupun sebagai bangsa—seharusnya mendorong kita untuk menjadi alat di tangan Tuhan. Mari, mengulurkan tangan menjadi jawaban atas doa-doa mereka yang sedang berada dalam jurang kehidupan yang dalam. [Pdt. Nanang]

DOA:
Ya Bapa, berilah kami keyakinan bahwa Engkau mendengarkan suara teriakan kami meminta tolong sekalipun kami berada dalam jurang yang dalam. Amin.

Ayat Pendukung: Kej. 43:1-34; Mzm. 130; Kis. 15:1-21
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Iman Yang Rendah Hati
    Matius 15:10-20, 21-28
    Kata perempuan itu, “Benar Tuhan. Namun, anjing itu juga makan remah-remahyang jatuh dari meja tuannya” (Matius 15:27) Nancy Snow,...
  • Pencitraan vs Reputasi
    Matius 14:34-36
    Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Semua orang yang sakit dibawa...
  • Distributor Kasih Allah
    Kejadian 41:37-57
    “Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?” (Kejadian 41:38b) Dari tahun ke tahun, negeri...
  • Rukun Dan Bersatu
    Mazmur 133
    Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara berdiam bersama dengan rukun! (Mazmur 133:1) Gelombang konflik dalam sebuah negara sering...
  • Perahu Kecil Dan Badai
    Matius 8:23-27
    Ia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu ketakutan, hai kamu yang kurang percaya?” (Matius 8:26a) Bayangkan Saudara berada di sebuah...