Dengarlah, hai Putri, lihatlah, dan pasanglah telingamu, lupakanlah bangsamu dam seisi rumah ayahmu! (Mazmur 45:11)
Pernahkah Saudara menyaksikan resepsi pernikahan yang indah? Mempelai perempuan didandani dengan sangat cantik. Ia akan meninggalkan rumah lamanya untuk memulai kehidupan baru bersama suaminya. Keduanya melangkah bersama, merajut kisah kasih menuju masa depan. Gambaran ini serupa dengan kehidupan iman kita. Kita dipanggil oleh Allah untuk meninggalkan kehidupan lama. Kita dipulihkan dan dijadikan indah di hadapan-Nya. Kini kita hidup dalam pemeliharaan-Nya sebagai mempelai Kristus.
Dalam mazmur yang kita baca, digambarkan kemuliaan seorang putri yang dipanggil untuk meninggalkan masa lalunya. Setelah menikah, ia hidup dalam pemeliharaan sang raja. Dalam terang Perjanjian Baru, gambaran ini melukiskan hubungan antara Kristus dan gereja-Nya. Melalui Yesus Kristus, Allah memanggil umat-Nya masuk ke dalam relasi kasih yang baru. Umat dipulihkan, dihiasi, dan dimuliakan sebagai mempelai yang dikasihi. Roh Kudus bekerja membentuk hati umat agar meninggalkan kehidupan lama.
Sebagai mempelai Kristus, sudahkah kita mendengar panggilan Allah dengan sepenuh hati? Masih adakah hal- hal lama yang menjauhkan kita dari Kristus? Perjalanan iman yang benar adalah bergerak maju, bukan mundur ke belakang. Ada generasi baru yang perlu menerima warisan iman yang berharga. Mari, berjalan bersama Kristus untuk menciptakan kehidupan yang baru. Kasih-Nya tetap setia dalam setiap musim kehidupan kita. [Pdt. Essy Eisen]
REFLEKSI:
Apa yang akan kita lakukan sebagai mempelai Kristus yang dikasihi dan dipelihara oleh-Nya?
Ayat Pendukung: Kej. 25:19-27; Mzm. 45:10-17; Rm. 7:1-6
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.




Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.