Karena itu, apa yang kamu katakan dalam gelap akan didengar dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas rumah. (Lukas 12:3)
Seorang gadis menjalani wawancara kerja. Semua berjalan baik hingga pewawancara berkata, “Kami menemukan hal ini di media sosial Anda lima tahun lalu.” la terkejut karena berpikir tak ada yang tahu, tetapi rekam jejak digital membuktikan tak ada yang benar-benar bisa disembunyikan. Pada masa kini, semua hal bisa terekam dan tersebar.
Jauh sebelum era digital, Yesus sudah memberi peringatan: tidak ada selubung yang tak akan dibuka, dan tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tak akan diketahui. Para ahli Taurat dan orang Farisi yang memusuhi Yesus berusaha menjebak-Nya dengan pertanyaan- pertanyaan licik. Yesus tahu niat mereka. Kepada murid- murid-Nya, la memberi peringatan serius tentang kemunafikan: “Karena itu, apa yang kamu katakan dalam gelap akan didengar dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas rumah.” Ini bukan kalimat ancaman, melainkan peringatan tentang pentingnya hidup dalam kebenaran. Kita bisa menyembunyikan sesuatu dari manusia, tetapi Tuhan tetap bisa melihatnya. la rindu umat yang takut akan Tuhan, bukan takut ketahuan.
Saat ini kita hidup di tengah budaya pencitraan. Media sosial menuntut tampil baik, bahkan bila perlu tampil palsu. Namun, Yesus menuntut kejujuran. Bukalah dosa tersembunyi dan motivasi kotor. Lebih baik dibuka oleh pertobatan daripada dibongkar oleh keadaan. [Pdt. Sri Agus Patnaningsih]
DOA:
Ya Tuhan, di hadapan-Mu tiada yang tersembunyi. Jadikan hidup kami tempat terang berseri. Amin.
Ayat Pendukung: Yer. 20:1-6; Mzm. 69:7-10, 16-18; Luk. 11:53-12:3
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.


Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.