Damai Di Tengah Badai

Yesaya 26:1-4

Belum ada komentar 113 Views

Yang teguh hatinya Kaujaga dengan damai sejahtera, …sebab kepada-Mulah ia percaya. Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal. (Yesaya 26:3-4)

Seorang anak kecil berjalan di jembatan gantung yang bergoyang. Ia merasa takut. Namun, ayahnya mengulurkan tangan dan berkata, “Pegang tangan Ayah, jangan takut.” Anak itu menggenggam erat tangan ayahnya. Meskipun jembatan tetap bergoyang, ia berjalan dengan penuh keyakinan melewati jembatan tersebut, bukan karena jembatannya kuat, melainkan karena tangannya berada dalam genggaman tangan sang ayah. Cerita ini menggambarkan kehidupan kita juga. Situasi kehidupan di sekitar kita bisa berguncang begitu hebat. Kita merasakan kecemasan dan kekhawatiran, tetapi Tuhan menolong serta memampukan kita melewati segala guncangan hidup yang kita hadapi.

Yesaya menegaskan pengakuannya bahwa di tengah pergumulan hidup, TUHAN adalah gunung batu yang kokoh. Dalam konteks budaya Timur Tengah kuno, gunung batu merupakan simbol tempat perlindungan yang aman dan kuat dari musuh, badai, dan bahaya. Gunung batu tidak mudah terguncang atau dihancurkan. Demikianlah TUHAN menjadi tempat perlindungan bagi umat-Nya. Percaya kepada TUHAN bukan berarti bebas dari badai, melainkan memiliki perlindungan yang kokoh. Yesaya menegaskan bahwa kekuatan manusia terbatas, tetapi kuasa TUHAN tidak terbatas.

Ketika badai hidup datang, janganlah berfokus pada besarnya gelombang, tetapi berfokuslah kepada Tuhan. Percayalah kepada-Nya dengan sepenuh hati. Tuhan tidak pernah gagal menjaga mereka yang percaya kepada-Nya! [Pdt. Jotje H. Karuh]

DOA:
Tuhan, ajar kami untuk selalu percaya bahwa Engkau adalah kekuatan kami dalam menjalani kehidupan setiap hari. Amin.

Ayat Pendukung: Yes. 26:1-4; Mzm. 116:1-4, 12-19; 1 Ptr. 1:13-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Restart Rohani
    Kejadian 35:1-4
    “Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel. Aku akan membuat mezbah di sana bagi Allah yang telah menjawab aku...
  • Kuangkat Hatiku Kepada-Mu
    Mazmur 86:1-10
    Buatlah hati hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat hatiku. (Mazmur 86:4) Seorang pria duduk sendirian di bangku panjang...
  • Dengan Segenap Hati
    Mazmur 86:11-17
    Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. (Mazmur 86:12) Seorang pemuda...
  • Kuasa-Nya Menyembuhkan
    Lukas 6:12-19
    Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu....
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...