Damai Di Tengah Badai

Yesaya 26:1-4

Belum ada komentar 198 Views

Yang teguh hatinya Kaujaga dengan damai sejahtera, …sebab kepada-Mulah ia percaya. Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal. (Yesaya 26:3-4)

Seorang anak kecil berjalan di jembatan gantung yang bergoyang. Ia merasa takut. Namun, ayahnya mengulurkan tangan dan berkata, “Pegang tangan Ayah, jangan takut.” Anak itu menggenggam erat tangan ayahnya. Meskipun jembatan tetap bergoyang, ia berjalan dengan penuh keyakinan melewati jembatan tersebut, bukan karena jembatannya kuat, melainkan karena tangannya berada dalam genggaman tangan sang ayah. Cerita ini menggambarkan kehidupan kita juga. Situasi kehidupan di sekitar kita bisa berguncang begitu hebat. Kita merasakan kecemasan dan kekhawatiran, tetapi Tuhan menolong serta memampukan kita melewati segala guncangan hidup yang kita hadapi.

Yesaya menegaskan pengakuannya bahwa di tengah pergumulan hidup, TUHAN adalah gunung batu yang kokoh. Dalam konteks budaya Timur Tengah kuno, gunung batu merupakan simbol tempat perlindungan yang aman dan kuat dari musuh, badai, dan bahaya. Gunung batu tidak mudah terguncang atau dihancurkan. Demikianlah TUHAN menjadi tempat perlindungan bagi umat-Nya. Percaya kepada TUHAN bukan berarti bebas dari badai, melainkan memiliki perlindungan yang kokoh. Yesaya menegaskan bahwa kekuatan manusia terbatas, tetapi kuasa TUHAN tidak terbatas.

Ketika badai hidup datang, janganlah berfokus pada besarnya gelombang, tetapi berfokuslah kepada Tuhan. Percayalah kepada-Nya dengan sepenuh hati. Tuhan tidak pernah gagal menjaga mereka yang percaya kepada-Nya! [Pdt. Jotje H. Karuh]

DOA:
Tuhan, ajar kami untuk selalu percaya bahwa Engkau adalah kekuatan kami dalam menjalani kehidupan setiap hari. Amin.

Ayat Pendukung: Yes. 26:1-4; Mzm. 116:1-4, 12-19; 1 Ptr. 1:13-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...