Diam: Tanda Ketidakpedulian!

Yesaya 42:14-21

Belum ada komentar 86 Views

Banyak yang kaulihat, tetapi tidak kauperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar. (Yesaya 42:20)

Diam itu emas? Broery Marantika pernah melantunkan syair tersebut dalam lagunya. Namun, diam tidak selalu bernilai, apalagi dalam situasi ketidakadilan. Berdiam diri dalam situasi sosial yang tidak baik-baik saja adalah tanda ketidakpedulian. Silent majority justru akan membuat ketidakbenaran dan ketidakadilan semakin menjadi-jadi.

Dalam sejarah Israel, silent majority dipandang sebagai kejahatan kolektif. Yesaya dengan tajam mengkritik sikap demikian. Israel disebut buta dan tuli. Secara jasmaniah, mereka memang memiliki mata dan telinga. Namun, sayangnya, seperti kata Yesaya, banyak yang mereka lihat, tetapi tidak mereka perhatikan. Mereka memasang telinga, tetapi tidak mendengarkan. Hal inilah yang membuat mereka berdiam diri dalam situasi ketidakadilan. Masing-masing orang hanya berpikir untuk kepentingannya sendiri. Padahal, Tuhan tidak menyukai ritual tanpa keadilan sosial. Tuhan menyukai ibadah sejati, yakni kepedulian dan keadilan.

Gereja dan orang percaya tidak boleh terlibat dalam kejahatan kolektif yang mendiamkan ketidakbenaran dan ketidakadilan. Diam dalam situasi demikian berarti hidup dalam ketidakpedulian. Allah tidak menyukai sikap seperti itu. Bersikap peduli terhadap sesama demi keadilan adalah tanggung jawab iman kepada Allah yang berkenan pada kebenaran dan keadilan. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Orang beriman dikenal karena kepeduliannya, sedangkan pecundang memilih diam dalam situasi ketidakadilan.

Ayat Pendukung: Yes. 42:14-21; Mzm. 146; Kol. 1:9-14
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Jangan Takut Atau Bimbang
    Yesaya 41:8-10
    Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau....
  • Tinggal Dalam Kebenaran
    Mazmur 17:1-7, 15
    Tetapi, aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu. (Mazmur 17:15)...
  • Sabar Dalam Proses
    Markus 4:30-34
    Namun, setelah ditaburkan, benih itu tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang...
  • Tetap Tekun dan Berhikmat
    Kejadian 30:37-43
    Demikianlah laki-laki itu menjadi kaya raya, dan ia mempunyai banyak kambing domba, budak perempuan dan laki-laki, unta dan keledai....
  • Berkat Allah Bagi Alam
    Mazmur 65:8-13
    Maka orang-orang yang tinggal di ujung-ujung bumi, kagum akan tanda-tanda mukjizat-Mu; tempat terbitnya pagi dan berlalunya senja. Kaubuat bersorak-sorai....