Diam: Tanda Ketidakpedulian!

Yesaya 42:14-21

Belum ada komentar 82 Views

Banyak yang kaulihat, tetapi tidak kauperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar. (Yesaya 42:20)

Diam itu emas? Broery Marantika pernah melantunkan syair tersebut dalam lagunya. Namun, diam tidak selalu bernilai, apalagi dalam situasi ketidakadilan. Berdiam diri dalam situasi sosial yang tidak baik-baik saja adalah tanda ketidakpedulian. Silent majority justru akan membuat ketidakbenaran dan ketidakadilan semakin menjadi-jadi.

Dalam sejarah Israel, silent majority dipandang sebagai kejahatan kolektif. Yesaya dengan tajam mengkritik sikap demikian. Israel disebut buta dan tuli. Secara jasmaniah, mereka memang memiliki mata dan telinga. Namun, sayangnya, seperti kata Yesaya, banyak yang mereka lihat, tetapi tidak mereka perhatikan. Mereka memasang telinga, tetapi tidak mendengarkan. Hal inilah yang membuat mereka berdiam diri dalam situasi ketidakadilan. Masing-masing orang hanya berpikir untuk kepentingannya sendiri. Padahal, Tuhan tidak menyukai ritual tanpa keadilan sosial. Tuhan menyukai ibadah sejati, yakni kepedulian dan keadilan.

Gereja dan orang percaya tidak boleh terlibat dalam kejahatan kolektif yang mendiamkan ketidakbenaran dan ketidakadilan. Diam dalam situasi demikian berarti hidup dalam ketidakpedulian. Allah tidak menyukai sikap seperti itu. Bersikap peduli terhadap sesama demi keadilan adalah tanggung jawab iman kepada Allah yang berkenan pada kebenaran dan keadilan. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Orang beriman dikenal karena kepeduliannya, sedangkan pecundang memilih diam dalam situasi ketidakadilan.

Ayat Pendukung: Yes. 42:14-21; Mzm. 146; Kol. 1:9-14
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Dia Mendengar Doaku
    Mazmur 116:1-2, 12-19
    Aku mengasihi TUHAN, sebab la mendengarkan suaraku dan permohonanku. (Mazmur 116:1) Seorang anak kecil jatuh dari sepeda dan terluka....
  • Kasih Di Atas Aturan
    Matius 12:1-8
    “Sebab, Anak manusia adalah Tuan atas hari Sabat” (Matius 12:8) Seorang perawat melanggar jam kerja saat menolong korban kecelakaan...
  • Memegang Perjanjian Yang Kudus
    Kejadian 17:1-27
    Allah berfirman lagi kepada Abraham, “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun temurun (Kejadian 17:9) Saat...
  • Mencintai Firman Tuhan
    Mazmur 119:41-48
    Aku hendak menadahkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu. (Mazmur 119:48) Ada orang yang tak bisa lepas...
  • BUTUH TUHAN
    Matius 9:9-13, 18-26
    Yesus mendengarnya dan berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit” (Matius 9:12) Di sebuah rumah sakit,...