TIDAK LAYAK

Lukas 7:1-10

Belum ada komentar 93 Views

Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku. Sebab itu, aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi, katakan saja sepatah kata, dan hambaku itu akan sembuh. (Lukas 7:6c-7)

Seseorang dapat merasa tidak layak dalam dua makna. Pertama, ia merasa superior, sehingga merasa tidak perlu menanggapi orang yang dianggapnya lebih rendah. Atau sebaliknya, kedua, ia merasa berada di posisi yang lebih rendah sehingga merasa tidak sepantasnya orang lain menjumpainya—ia merasa inferior.

Kedua sikap ini tampak dalam kisah perjumpaan Yesus dengan seorang perwira Romawi. Situasinya sungguh menarik. Secara sosial, Yesus hanyalah seorang rabi pengajar Yahudi yang miskin, sedangkan perwira tersebut adalah seorang terhormat dan berpangkat tinggi dalam masyarakat, menduduki strata sosial yang tinggi. Namun, ketika Yesus mendatangi perwira itu untuk menyembuhkan hambanya, perwira tersebut menyatakan bahwa Yesus terlalu terhormat untuk dijumpai. Ia merasa dirinya terlalu hina untuk menerima kehadiran Yesus. Ini merupakan suatu kerendahan hati yang luar biasa dari seseorang yang berkedudukan tinggi di mata masyarakat.

Demikianlah seharusnya sikap seseorang ketika berhadapan dengan Tuhan. Seberapa pun hebat diri kita, sebesar apa pun keberhasilan yang kita capai, sesungguhnya kita teramat kecil di hadapan Tuhan. Sebenarnya, dalam kemahakuasaan-Nya, Tuhan tidaklah wajib menemui kita. Kita pun tidak layak sama sekali untuk menjumpai-Nya. Maka, apabila Ia berkenan menjumpai kita, tiada ungkapan lain yang patut selain syukur yang tak terperikan. [Pdt. Mungki A. Sasmita]

DOA:
Sungguh, ya Tuhan, jikalau Engkau senantiasa berkenan menemui kami, hati kami dipenuhi dengan keharuan dan rasa bersyukur yang tak dapat kami gambarkan dengan kata-kata. Amin.

Ayat Pendukung: Yes. 51:4-8; Mzm. 121; Luk. 7:1-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Dia Mendengar Doaku
    Mazmur 116:1-2, 12-19
    Aku mengasihi TUHAN, sebab la mendengarkan suaraku dan permohonanku. (Mazmur 116:1) Seorang anak kecil jatuh dari sepeda dan terluka....
  • Kasih Di Atas Aturan
    Matius 12:1-8
    “Sebab, Anak manusia adalah Tuan atas hari Sabat” (Matius 12:8) Seorang perawat melanggar jam kerja saat menolong korban kecelakaan...
  • Memegang Perjanjian Yang Kudus
    Kejadian 17:1-27
    Allah berfirman lagi kepada Abraham, “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun temurun (Kejadian 17:9) Saat...
  • Mencintai Firman Tuhan
    Mazmur 119:41-48
    Aku hendak menadahkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu. (Mazmur 119:48) Ada orang yang tak bisa lepas...
  • BUTUH TUHAN
    Matius 9:9-13, 18-26
    Yesus mendengarnya dan berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit” (Matius 9:12) Di sebuah rumah sakit,...