Mikha mengkritik tindakan Israel menjadi pelaku ketidakadilan, merampas tanah orang -orang miskin. Tindakan ibadah dilakukan dengan rajin namun tidak berimbas pada perilaku terhadap sesama. Kritik ini dibawa pada pengadilan kosmik, gunung dan bukit-bukit dipanggil sebagai saksi bagaimana mereka melihat perbuatan bangsa Israel. Tindakan mereka dipertanyakan sebagai tindakan langsung kepada Allah. Allah memposisikan diri di pihak mereka yang lemah dan tidak berdaya melawan pihak yang melakukan penindasan dan kejahatan. Allah kemudian mengajak umat untuk mengingat tindakan Allah di dalam sejarah Israel, Allah yang menuntun, membela dan memberikan pertolongan. Tindakan Allah ini disandingkan dengan tindakan umat.
3 prinsip moral yang dituntutkan pada Israel yaitu “Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu? (Mikha 6:8b). Tiga prinsip moral yang Allah tuntutkan: BERLAKU adil (mishpat), MENCINTAI kasih setia (hesed), BERJALANLAH dengan rendah hati.”
Berlaku adil yang dimaksud adalah keadilan struktural bukan personal. Tugas umat menciptakan tata keadilan sosial. Mencintai kasih setia yaitu membangun komitmen sosial. Rendah hati yaitu berjalan dengan kesadaran batasan diri. Kritik Mikha ini menjadi cermin bagi kita bagaimana kita hidup di masa sekarang sebagai umat Allah. Mari memperjuangkan 3 prinsip moral ini dalam gerak laku dan kehidupan kita. Amin. (DVA)




Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.