Haruslah kauingat bahwa engkau pun dahulu budak di tanah Mesir. Itulah sebabnya aku memerintahkan engkau melakukan hal ini. (Ulangan 24:22)
Pernah mendengar lagu “Bimbi” karya mendiang Titiek Puspa? Lagu ini dengan menarik bercerita tentang seorang gadis bernama Bimbi yang “pergi dari kampungnya, tujuannya ke kota, ingin hidup coba-coba”. Rupanya, di kota, Bimbi berhasil meraih sukses. Sayangnya, setelah sukses, “Bimbi tak mau kenal lagi kampungnya, Bimbi tak mau kenal lagi saudara”. Nah, orang seperti Bimbi inilah yang disebut “kacang lupa akan kulitnya”.
Ternyata, kisah seperti Bimbi juga dikenal dalam Alkitab. Orang-orang Israel yang dahulu bersusah payah menempuh perjalanan ke Kanaan, kini menjadi orang-orang yang berhasil. Mereka memiliki ladang yang luas dan kebun- kebun dengan panen berlimpah. Namun, godaan menjadi orang sukses adalah menganggap seluruh keberhasilan itu sebagai hasil usaha sendiri, sehingga merasa berhak menikmatinya sendiri. Inilah yang diingatkan oleh TUHAN. Kesuksesan itu adalah anugerah dari TUHAN yang pemurah, yang kini mengajak mereka untuk menjadi pemurah juga.
Lalu, apa hubungannya dengan kita? Kemurahan Tuhan bukan hanya berupa kesuksesan duniawi, tetapi terutama keselamatan. Jika orang Israel diingatkan, “… engkau pun dahulu budak,” kita diingatkan, “… engkau pun dahulu orang berdosa”. Sebagai orang berdosa yang telah diselamatkan, kini giliran kita menolong orang berdosa lainnya agar mereka juga menikmati pengampunan dari Sang Juruselamat. [Pdt. Timur Citra Sari]
REFLEKSI:
Karena kita sudah mengalami pengampunan dan keselamatan, giliran kita menolong orang lain untuk juga mengalaminya.
Ayat Pendukung: Ul. 24:17-25:4; Mzm. 15; 1 Tim. 5:17-24
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.



Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.