Supaya Aku Belajar Ketetapan-Mu

Yesaya 2:12-17

Belum ada komentar 66 Views

Manusia yang congkak akan ditundukkan, orang yang angkuh akan direndahkan; hanya TUHAN sajalah Yang Maha Tinggi pada hari itu. (Yesaya 2:17)

Subianto kecil dengan bangga memamerkan mainan barunya kepada teman-temannya. Ia merasa menjadi pusat perhatian dan merasa lebih unggul karena memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain. Sikap seperti ini, meskipun terlihat sepele, mencerminkan benih-benih kesombongan yang ada dalam diri manusia. Jujur saja, kita sering kali terjebak dalam keinginan untuk dipuji, diakui, dan merasa lebih penting daripada orang lain. Media sosial semakin memperparah kecenderungan ini. Setiap orang berlomba- lomba menampilkan citra diri terbaik dan mencari validasi dari orang lain.

Yesaya 2:17 dengan tegas menyatakan, “Manusia yang congkak akan ditundukkan, orang yang angkuh akan direndahkan; hanya TUHAN sajalah Yang Maha Tinggi pada hari itu.” Bagian ini mengungkapkan bahwa kecongkakan dan keangkuhan kita, sebesar dan sehebat apa pun, pada akhirnya akan ditundukkan di hadapan TUHAN. Di mata TUHAN, tidak ada yang layak meninggikan diri. Hanya Dialah Yang Maha Tinggi, sumber segala kekuasaan dan kemuliaan.

Maka, ketimbang menyombongkan diri, mari teladani sikap Kristus yang rendah hati. la, yang meskipun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba (Filipi 2:6-7). Mari akuilah keterbatasan diri, dan jadikan Tuhan sebagai satu-satunya sumber kebanggaan dan pengharapan dalam hidup kita. [Pdt. Essy Eisen]

REFLEKSI:
Apakah kerendahan hati Kristus telah aku ikuti supaya aku tidak menjadi congkak dan angkuh?

Ayat Pendukung: Yes. 2:12-17; Mzm. 119:65-72; Tit. 1:1-9
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...