Supaya Aku Belajar Ketetapan-Mu

Mazmur 119:65-72

Belum ada komentar 65 Views

Memang baik bagiku bahwa aku direndahkan, supaya aku mempelajari ketetapan-ketetapan-Mu. (Mazmur 119:71)

Ketika kita mengamati seekor kupu-kupu yang terbang dengan indah, mungkin kita lupa akan proses metamorfosis yang telah dilaluinya. Ulat, yang awalnya merayap di tanah, harus melewati fase kepompong yang gelap dan sempit. Di dalam kepompong, ulat mengalami transformasi luar biasa hingga akhirnya keluar sebagai kupu-kupu yang cantik. Fase kepompong yang tampak seperti penderitaan justru menjadi jalan bagi ulat untuk mencapai keindahan dan kebebasan.

Sama seperti ulat yang mengalami transformasi di dalam kepompong, kita pun kerap kali dibentuk melalui “kepompong penderitaan” dalam hidup ini. Kepompong itu bisa berupa sakit penyakit, kehilangan orang yang dikasihi, kegagalan, atau masalah lainnya. Namun, Mazmur 119:71 menghibur kita dengan berkata, “Memang baik bagiku bahwa aku direndahkan, supaya aku mempelajari ketetapan- ketetapan-Mu.” Allah, dalam hikmat dan kasih-Nya, memakai penderitaan untuk membawa kita lebih dekat kepada-Nya. la membentuk karakter kita, dan menumbuhkan iman kita.

Maka, janganlah takut atau putus asa ketika menghadapi “kepompong penderitaan”. Ingatlah bahwa Allah sedang bekerja di balik layar untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Berserahlah kepada-Nya, percayalah pada rencana- Nya yang sempurna, dan biarkanlah proses pembentukan itu menyempurnakan iman kita. Kelak, kita akan keluar dari “kepompong” sebagai pribadi yang baru, lebih kuat, dan semakin serupa dengan Kristus. [Pdt. Essy Eisen]

REFLEKSI:
Apakah aku percaya bahwa tetap ada kebaikan Allah yang akan dinyatakan di balik penderitaan yang aku alami?

Ayat Pendukung: 2 Taw. 12:1-12; Mzm. 119:65-72; Ibr. 13:7-21
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...