Dikasihi, Tidak Dihabisi

Yehezkiel 20:1-17

Belum ada komentar 80 Views

Tetapi, Aku merasa sayang melihat mereka, sehingga Aku tidak membinasakannya dan tidak menghabisinya di padang gurun. (Yehezkiel 20:17)

Bayangkan seorang ibu yang melihat anaknya berulang kali melakukan kesalahan yang sama. Meskipun ia kecewa dan sedih, kasih sayangnya begitu besar sehingga ia selalu memberikan kesempatan kedua, bahkan saat sang anak belum sepenuhnya berubah.

Melalui Nabi Yehezkiel, TUHAN mengingatkan umat Israel tentang pemberontakan mereka sejak keluar dari Mesir. Meskipun hati TUHAN “terbakar” oleh kedegilan umat Israel, belas kasih-Nya lebih besar daripada murka-Nya. Allah tidak memusnahkan mereka dan tidak menghabisi mereka di padang gurun. Hal ini menunjukkan bagaimana la memilih untuk menahan murka-Nya demi kasih-Nya pada umat pilihan-Nya. Ayat ini menggambarkan kesabaran dan kasih setia TUHAN. Walaupun umat Israel berkali-kali menyakiti hati TUHAN dengan menyembah berhala dan melupakan perintah-Nya, la tidak menghancurkan mereka. Alih-alih, la terus memberi mereka kesempatan untuk bertobat dan mengingat kembali kasih-Nya.

Kisah ini mengingatkan kita akan kasih setia Tuhan yang tiada habisnya. Tuhan tidak menyerah dalam menghadapi kelemahan dan dosa kita. Kita mungkin sering melakukan kesalahan atau kembali pada dosa yang sama, tetapi Tuhan tetap sabar menanti kita bertobat. Sudahkah kita menyadari betapa besar kasih Tuhan bagi kita? Sesungguhnya kita dipanggil untuk tidak menyia-nyiakan anugerah pengampunan dari Tuhan dengan hidup lebih taat.[Pdt Sri Agus Patnaningsih]

DOA:
Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk menyatakan syukur kami atas kasih setia-Mu dengan hidup lebih taat kepada-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Yeh. 20:1-17; Mzm. 109:21-31; Ibr. 3:7-4:11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...