Menjaga Kekudusan Hari Tuhan

Nehemia 13:15-22

Belum ada komentar 27 Views

Aku juga menyuruh orang-orang Lewi menahirkan dirinya dan datang menjaga pintu-pintu gerbang untuk menguduskan hari Sabat…(Nehemia 13:22a)

Bayangkan seorang atlet yang dengan disiplin menjaga waktu istirahatnya. Meskipun memiliki ambisi dan target besar, ia menyadari bahwa tanpa istirahat, tubuhnya akan kelelahan dan performanya akan menurun. Begitu pula, Tuhan menetapkan hari Sabat bukan hanya untuk kepentingan-Nya, tetapi juga demi kesejahteraan kita, agar kita dapat beristirahat dan berfokus pada hal-hal yang kudus.

Nehemia 13:15-22 mencatat upaya Nehemia dalam mengembalikan kekudusan hari Sabat yang telah dilanggar oleh umat Israel. Dalam ayat-ayat ini, Nehemia melihat orang- orang bekerja dan berdagang pada hari Sabat, sehingga mereka mengabaikan perintah Allah untuk beristirahat. Ia menegur mereka, bahkan mengambil langkah drastis dengan menutup gerbang-gerbang Yerusalem dan mencegah para pedagang memasuki kota pada hari Sabat. Nehemia meminta orang Lewi untuk menahirkan diri dan menjaga pintu-pintu gerbang. Hal ini menunjukkan komitmen Nehemia dalam menjaga kekudusan hari Sabat sebagai hari yang dipersembahkan khusus untuk TUHAN.

Sabat, yang sekarang dirayakan pada hari Minggu, bukan hanya hari libur, tetapi juga hari yang dikhususkan untuk Tuhan. Hari ini merupakan waktu untuk berhenti sejenak dari kesibukan dunia dan mencari hadirat-Nya. Dengan menjaga kekudusan hari Sabat sebagai hari Tuhan, kita belajar untuk memberi prioritas kepada Tuhan di tengah kesibukan. [Pdt Sri Agus Patnaningsih]

DOA:
Ya Tuhan, tolonglah kami agar menguduskan hari Sabat sebagai hari Tuhan. Kami rindu mengisinya dengan mendekat kepada-Mu. Amin.

Ayat Pendukung: Neh. 13:15-22; Mzm. 103:1-8; Luk. 6:1-5
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...