Keberanian Iman Dalam Menolong

Kejadian 14:1-16

Belum ada komentar 95 Views

Ketika Abram mendengar bahwa anak saudaranya ditawan, ia mengerahkan tiga ratus delapan betas orangnya yang terlatih, hamba-hamba yang lahir di rumahnya, lalu mengejar musuh sampai ke Dan. (Kejadian 14:14)

Pak Anto telah pensiun dan menikmati masa tenangnya setelah bekerja puluhan tahun. Ia memiliki rumah yang nyaman, cucu-cucu yang sering mengunjunginya, dan aktivitas sehari-hari yang berjalan damai. Namun, suatu hari, tetangganya, Pak Budi, datang dengan wajah penuh kekhawatiran. Pak Budi mengalami kesulitan keuangan dan terancam kehilangan rumahnya. Pak Anto sadar bahwa ia dapat membantu, tetapi hal itu berarti mengorbankan sebagian tabungan yang ia persiapkan untuk hari tuanya. Ia pun dihadapkan pada dilema: tetap menikmati kenyamanan hidupnya atau melangkah keluar dari zona nyaman untuk menolong Pak Budi.

Abram dalam bacaan hari ini juga berada dalam situasi nyaman dan mapan. Ia memiliki banyak pegawai, serta kekayaan berupa ternak yang terus bertambah. Namun, ketika Lot dan keluarganya tertawan akibat peperangan di antara para raja sekitar tempat tinggalnya, Abram tidak tinggal diam. Dengan berani, ia mengerahkan para hambanya yang terlatih untuk mengejar musuh dan membebaskan Lot serta harta bendanya yang dirampas. Keberanian Abram menunjukkan imannya yang kokoh, meskipun tindakannya berisiko tinggi.

Dalam hidup, kita sering dihadapkan pada situasi yang menguji keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Ketika itu terjadi, kita dapat mempertimbangkan pertanyaan ini: “Tindakan apa yang dapat menyelamatkan sesama?” [Pdt. Natanael Setiadi]

REFLEKSI:
Bertindak memang perlu perhitungan. Namun terlalu banyak perhitungan, membuat tidak jadi bertindak.

Ayat Pendukung: Kej. 14:1-16; Mzm. 15; Luk. 8:4-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...