MERDEKA UNTUK BERBEDA

Lukas 9:51-56; Galatia 5:1, 13-25

Belum ada komentar 67 Views

Salah satu ekspresi dari hidup di dalam kemerdekaan adalah kebebasan untuk menjadi diri sendiri, sekalipun itu berarti berbeda dari banyak orang lain. Kita menyebutnya hidup yang autentik. Galatia 5 berbicara mengenai kemerdekaan Kristiani yang dianugerahkan Allah melalui Kristus dan yang mewujud ke dalam kehidupan yang dipenuhi oleh Roh Kudus. Kristus adalah sumber kemerdekaan kita. Hidup yang dimerdekakan oleh Kristus ternyata harus terpantul di dalam relasi dengan sesama yang ditandai oleh kasih # belas kasihan, kesabaran, dan dimensi-dimensi buah Roh lainnya.

Yesus Kristus sendiri memberi teladan apa artinya kemerdekaan yang menghargai perbedaan. Kisah Injil yang diambil dari Lukas 9:51-56 menceritakan penolakan yang dialami-Nya dari orang-orang Samaria. Mereka menolak Yesus begitu tahu bahwa Guru ini akan pergi ke Yerusalem. Kita tahu bahwa orang-orang Israel dan orang-orang Samaria bermusuhan karena perbedaan keyakinan iman. Penolakan ini membuat geram dua murid Yesus, yaitu Yohanes dan Yakobus. Mereka meminta izin kepada Yesus agar mereka boleh berdoa, memohon agar orang-orang Samaria dilumat oleh api dari langit. Tentu saja Yesus menolak. Bagi-Nya, perbedaan keyakinan harus dihargai. Beberapa orang mungkin akan menolak dan merendahkan kita karena perbedaan tersebut. Namun kita tak boleh membalasnya, sebab jika demikian kita tak ada ubahnya dengan mereka. Jika itu terjadi, kita tak lagi merdeka. Kita dikuasai oleh ketakutan, kebencian, dan bahkan oleh keyakinan ideologis kita sendiri.

Yesus memberi contoh untuk secara merdeka menerima perbedaan. Kini, saatnya bagi kita untuk belajar menghidupi kemerdekaan kita dengan menerima perbedaan dan berani hidup di dalam keyakinan kita, sekalipun itu berbeda dari kebanyakan orang lain. Tugas kita bukan untuk menolak perbedaan, melainkan untuk menampilkan iman yang autentik, yang mewujud di dalam kasih, penghargaan, dan keramahtahaman. Amin. (JA)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...
  • MENGAMPUNI TANPA KENDALI
    Matius18:21-35
    “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Sebuah pertanyaan...